IBC, TALIABU – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu bakal memperketat jalur keluar masuk transportasi laut di Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut).

Saru diantaranya adalah membatasi para pemudik dari luar daerah masuk ke pulau Taliabu, Provinsi Malut. Hal tersebut akan diterapkan pada 6 – 17 Mei 2021 mendatang.

Pengetatan itu, sebagai tindaklanjut dari Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19, tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pulau Taliabu, Abdul Kadir Nur Ali, untuk masyarakat mudik dari luar Maluku Utara, akan diprketat dengan penanganan COVID-19.

Ia menegaskan, bakal melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang, terkait perhubungan laut dari luar daerah ke Taliabu.

“Saya juga akan menyurat untuk syahbandar-syahbandar di Bau-bau (Sultra), untuk kita koordinasi bila mana penumpang selain orang Taliabu dengan ketentuan-ketentuan seperti sakit, atau Pegawai negeri bisa pulang (mudik) kesini (Taliabu), kalau diluar daerah tetap dibatasi,” kata Dero, sapaan akrab Abdul Kadir, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/4/2021).

Diakuinya, Taliabu merupakan salah satu daerah terujung di Provinsi Malut, berdekatan dengan pulau Sulawesi, untuk itu pengetatan tersebut akan diupayakan semaksimal mungkin.

Selain itu, meski adanya edaran tersebut, aktivitas pelayaran kapal antara kabupaten di provinsi Maluku Utara, di operasikan seperti biasa.

“Hasil rapat kemarin di Sofifi (Ibu Kota Provinsi Maluku Utara), itu tidak diadakan lock-down, cuman protokol kesehatan harus tetap jalankan,” sebut Dero.

Penulis : HVD | YES