IBC, SUMSEL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali memperpanjang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro selama sepekan dari 19-26 April mendatang dan perpanjangan kali kedua tersebut atas pertimbangan kasus persebaran COVID-19 Sumsel melonjak dua kali-lipat beberapa waktu terakhir.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Eko Indra Heri S melalui Kabid Humas Sumsel, Kombes Pol. Supriadi mengatakan Gubernur Sumatra Selatan sudah menandatangani Surat Keputusan (SK) perpanjangan PPKM skala mikro seiring dengan arahan dari pemerintah pusat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saat ini jumlah perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Polda Sumsel yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi dari 19 Maret hingga 28 April 2021 meningkat menjadi 20.205 kasus dan untuk kasus meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 985 kasus, sementara untuk jumlah kesembuhan mencapai 17.797 kasus,” bebernya saat konferensi pers dengan awak media di ruang kerjanya Polda Sumsel, Kamis (29/4/2021).

Supriadi menuturkan bahwa Pemprov Sumsel terus menggencarkan upaya 3T, baik tracing, testing dan treatment dan hal ini dilakukan secara maksimal di seluruh wilayah Sumsel, terutama di dua daerah yang masuk sebagai zona merah penyebaran Covid-19 di Sumsel, yakni Kota Palembang dan Kabupaten OKU Timur yang diketahui untuk di Kota Palembang, kasus Covid-19 tercatat 10.184 kasus dan di OKU Timur sebanyak 689 kasus.

“Pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 yang dimulai dari sosialisasi penggunaan masker, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak,” tutup Supriadi.

Penulis : Zul | YES