IBC, PELALAWAN – Kuasa hukum Fatiziduhu korban Penipuan jual-beli lahan oleh terlapor (MI) oknum kepala desa di Kecamatan Pangkalan Kuras naik pitam.

Pasalnya laporan pihaknya ke Mapolres Pelalawan masih jalan ditempat yang sudah dilaporkannya sejak 16 Februari 2021 lalu.

“Besok kami akan pertanyakan kembali ke pihak penyidik di unit 3 (tiga) bagaimana progres laporan atas nama klien kami. Kalau perlu kita akan surati Polda Riau untuk tarik kasus ini agar diproses di Mapolda saja,” kata Akbar Ramadhan kepada Biro IBC Pelalawan Jum’at malam (30/4/2021) melalui sambungan telepon.

Akbar juga mengaku sudah dipermainkan oleh pihak terlapor. Kemurahan hati kliennya dengan memberikan waktu untuk penyelesaian diluar hukum sejak 17 Januari 2019 lalu tidak kunjung ditepati.

“Pada 17 Januari 2019 lalu, tim kepala desa dan fonora membut perjanjian akan mengembalikan uang klien kami pada tanggal 30 April 2019, dan pada Maret tahun inipun Kades Marzon kembali minta diberi kesempatan dua pekan sejak tanggal 30 Maret 2021 kemarin namun janji tersebut tidak juga ditepati,” terang Advokat jebolan Undip tersebut kesal.

Baca juga: Dugaan Penipuan Jual-Beli Lahan, Kuasa Hukum Ultimatum MI Selama Sepekan

Diketahui pada tahun 2017 silam, Fatiziduhu membeli lahan kepada oknum Kepala Dusun pada saat itu bernama Es bersama MI selaku pejabat Kepala Desa turut serta meyakinkan atas lahan seluas 30 Ha tersebut.

Menurut Kuasa Hukumnya, Kades Kesuma (MI) bisa dijerat dengan KUHP Pasal 372 jo Pasal 55 Ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun karena turut serta dalam suatu perbuatan.

Baca juga: Masih Tunggu Progres, Kuasa Hukum Minta Penyidik Segera Panggil Kades MI

Oknum Kepala Desa sendiri ketika dihubungi biro IBC pada beberapa waktu lalu melalui telepon dan WhatsApp belum mendapatkan klarifikasi terkait persoalan yang dihadapinya. Sama halnya dengan oknum mantan Kepala Dusun Kesuma inisial Es yang juga tidak berhasil dihubungi.

Penulis : Faisal | YES