IBC, SANANA – Ketua Front Pemuda Puhi Aya (FP2A) Rianto Kaunar meminta Pemda tidak main-main soal penyelesaian pembagunan Masjid An-Nur Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Sula, Provinsi Maluku Utara yang saat ini menjadi polemik.

Pasalnya, pembagunan Masjid An-Nur Desa Pohea, yang diketahui sudah menelan anggaran Rp4 Milyar lebih belum juga terselesaikan dan meninggalkan sejumlah masalah kepada masyarakat Desa Pohea.

Rianto Kaunar mengatakan satu tahun lebih persoalan Masjid An-Nur Desa Pohea belum ada titik terang siapa yang bertanggung jawab atas getarannya lantai dua Masjid ini

“Sudah satu tahun lebih, permasalahan Masjid An-Nur Desa Pohea ini kami kawal namun hingga saat ini belum ada titik terang siapa yang bertanggung jawab, atas goyangnya lantai dua Masjid. Hal ini dibuktikan hingga skarang belum ada penyeledikan oleh Polres Kepulauan Sula atas laporan masyarakat pada tahun 2020,” jelasnya saat ditemui IBC di rumahnya, Sabtu (1/5/2021).

Sementara itu Kabag Kesra Basiludin Labesi saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan tahun ini pekerjaan rumah ibadah telah diserahkan kepada kami setelah sebelumnya dikerjakan oleh Dinas PUPR termasuk Masjid An-Nur Desa Pohea.

“Tahun ini Masjid Desa pohea dianggarkan kembali Rp1 Milyar, sementara kami hitung item pekerjaannya karena saya juga harus berhati-hati dalam penyelesaian pembangunan Masjid An-Nur Desa Pohea,” ukas Basiludin.

Penulis : Sarif | YES