IBC, SULA – Pembangunan Pasar Manatol di Desa Falabisahaya, Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, mubazir (tak digunakan) alias tidak terpakai.

Pasalnya, pasar yang dibangun sejak tahun 2018 lalu itu, belum dapat menampilkan aktivasi perdagangan sebagaimana mestinya.

Sementara itu, titik lokasi pembagunan pasar tersebut dinilai tidak efektif, dikarenakan jauh dari daerah perkampungan warga yang berasal dari luar desa Falabisahaya.

Menurut informasi yang dihimpun IBC, proyek pembangunan Pasar Manatol tersebut, dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pasar tahun 2018, senilai Rp1 miliyar lebih.

M. Rifai Umasugi, salah satu Pemuda Mangoli Utara menyebutkan, proyek pembangunan Pasar Manatol di Falabisahaya belum dioptimalkan.

Dalam pengamatannya, Rifai menduga adanya permainan dalam pengelolaan bangunan tersebut.

“Iya kan, bagaimana tidak, bangunan yang memakan anggaran miliyaran itu tapi belum difungsikan, padahal sudah memasuki 4 tahun,” ujar Rifai kepada wartawan di Falabisahaya, Sabtu (8/5/2021).

Selain itu, Rifai mengutuk keras pihak Dinas Koperasi Dan UKM Perindustrian Dan Perdagangan, Kabupaten Kepulauan Sula, atas pembangunan pasar Manatol tersebut.

Dimana, satuan kerja pembangunan pasar Manatol di desa Falabisahaya itu adalah satuan kerja dari Dinas tersebut.

“Ini juga kelalaian dari pihak Disperindagkop Sula yang kurang melakukan pemantauan pembagunan di lapangan secara detail, sebab lokasi bangunan pasar juga itu tidak tepat karena jauh dari areal pantai,” ungkapnya.

Penulis : HVD | YES