IBC, JAKARTA – Pidato Presiden Joko Widodo yang hendak mempromosikan makanan kuliner ciri khas Kalimantan Barat (Babi Panggang/Bipang) atas permintaan Menteri Perdagangan, M. Lutfi, berhasil menyita perhatian publik, pasalnya pidato tersebut dianggap tidak tepat saat berdekatan dengan hari besar umat Islam (Hari Raya Idul Fitri).

Relawan Jokowi, Komite Rakyat Nasional-Indonesia, Roni Rosa yang menyampaikan dalam rilisnya, hal tersebut bukanlah kesalahan dari Presiden Jokowi, melainkan murni kesalahan dari Menteri Perdagangan, M. Lutfi selaku penanggungjawab acara.

Untuk itu ia meminta Menteri Perdagangan mundur dari jabatannya. Karena kata Roni, hal tersebut kurang tepat jika mempromosikan Bipang yang berdekatan dengan hari besar umat Islam.

“Kurang tepat pidato presiden yang berdekatan dengan hari raya idul fitri, saya curiga ada unsur kesengajaan dari pihak Kementerian Perdagangan yang mempromosikan Babi Panggang berdekatan dengan hari raya umat Islam, jadi wajar kalau itu akhirnya menciptakan kegaduhan di masyarakat,” ujar Roni dalam rilisnya, Selasa, 11 Mei 2021.

Maka untuk itu, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari Menteri Perdagangan, M. Lutfi, sebab paparnya, minta maaf saja tidak cukup. “Menteri Perdagangan sebaiknya mundur, soalnya kesalahannya kali ini sudah fatal,” tegas aktivis Pro Demokrasi ini.

Selain itu sambung Roni, M. Lutfi juga sudah banyak melakukan blunder, seperti keinginannya impor beras dan sebagainya, dan kali ini ucap Roni, Mendag menunjukkan sikap yang justru intoleransi.

“Maka tidak ada cara lain selain Menteri Perdagangan Mundur dari jabatannya. Mendag sudah menciptakan kegaduhan. Jadi Jujur ya…, justru kami menilai Mendag-lah yang menciptakan kegaduhan yang bersikap intoleransi antar umat beragama,” tutup Roni.

Penulis : FA|YES