IBC, PELALAWAN – Dugaan tindak pidana korupsi (TPK) Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2019/2020 Desa Segamai Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan provinsi Riau naik ketingkat penyelidikan Pidsus Kejari Pelalawan yang sebelumnya masih dalam Puldata dan Pulbaket di Kasi Intel Kejari Pelalawan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kasi Intel Kejari Pelalawan, Sumriadi kepada biro IBC melalui seluler pada Rabu (2/6/2021) siang, bahwa segala data yang dibutuhkan dinilai telah cukup untuk ditingkatkan proses penyelidikannya ke Pidsus.

Dinilai unsur adanya kerugian Negara berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat sebelumnya sudah cukup, proses pemeriksaan di bagian Intelijen Kejari kini dinaikan ke penyelidikan Pidana Khusus (Pidsus).

Insyaallah ini akan kita naikkan kasusnya. Maksudnya kemarin kan masih di Riksa bagian saya (Intel), nah sekarang kita akan naikan ke bagian Pidsus,” jelas Sumriadi. selaku Kasi Intel Kejari Pelalawan.

Kepala Desa berinisial Ri tersebut diduga rugikan negara terkait penggunaan ADD tahun 2019/2020. Berawal dari temuan adanya pekerjaan beton atau semenisasi jalan penghubung Parit Pisang Dusun 3 RT 8, 9 RW 4 yang tidak selesai.

Keterangan dari Kadus setempat bahwa panjang proyek semenisasi tersebut sekitar 2.228 meter, dengan lebar jalan 1 meter ketebalan 15 Cm (centi meter). Sedangkan penyelesaian pekerjaan baru sepanjang 1.369 meter. Ada sekitar 600 meter lagi yang belum dikerjakan.

Kondisi Jalan Yang Tidak Rampung. Foto : Ist

Seperti yang dikutip dari suara buruh.com disebutkan adanya temuan tumpukan material diduga diperuntukan untuk proyek jalan tersebut. Sekitar 200 sak semen ditemukan dalam kondisi sudah membeku. Selain itu ada tumpukan pasir cor dan batu Split yang diperkirakan volumenya mencapai puluhan meter kubik.

Namun belum ada keterangan resmi dari pihak kejaksaan berapa nilai kerugian negara yang ditimbulkannya hingga berita ini ditayangkan.

Penulis : Faisal | YES