IBC, PELALAWAN – Tim kuasa Hukum Afrizal, Tersangka kasus dugaan korupsi Badan Usaha Milik Darah ( BUMD) Tuah Sekata Pelalawan, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan agar mengumumkan tersangka lain terkait kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp3,8 Miliar.

Hal ini disampaikan Jon Hendri selaku juru bicara kuasa hukum Afrizal kepada IBC pada Selasa (1/6/2021). Pihaknya melihat dalam kasus yang menimpa kliennya tidak mungkin tersangka tunggal, apalagi kejadian ini terjadi di dalam sebuah institusi dalam pelaksanaannya ada mekanisme administrasi.

“Selain itu kita juga ingat bahwa pihak Kejaksaan Negeri Pelalawan pernah menyampaikan, dalam kasus ini akan ada tersangka lain, kenapa sampai hari ini belum ada tanda-tanda nya, ini tentu menjadi pertanyaan kita semua,” ujarnya.

Jon Hendri berpendapat dalam kasus yang dihadapi kliennya sangat tidak mungkin dilakukan sendirian, mengingat kliennya sebagai Staf.

Dalam analaisisnya bagaimana mungkin Afrizal pelaku tunggalnya, selaku staff BUMD yang tidak memiliki tupoksi terhadap kegiatan yang diduga merugikan keuangan negara.

“Dalam mekanisme kegiatan tersebut mesti melewati administrasi yang diemban oleh orang-orang yang memiliki kewenangan sampai kepada pencairan untuk kegiatan tersebut,” jelas Jon Hendri yang sebelumnya berprofesi sebagai Jurnalis itu.

Sebelumnya pihak Kejaei Pelalawan, menetapkan Afrizal sebagai tersangka dan sudah di tahan atas dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan belanja barang operasional kelistrikan di BUMD Tuah Sekata tahun 2012-2016.

AF ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan belanja barang operasional kelistrikan pada perusahaan pelat merah tersebut pada tahun 2012 hingga 2016 berdasarkan surat perintah penyidikan Kejari Pelalawan, terkait dengan kerugian keuangan negara sedang proses perhitungan.

“Tersangka AF yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan merupakan salah satu pejabat di BUMD Tuah Sekata,” jelas Kasi intel Kejaksaan Negeri Pelalawan Sumriadi kepada media online beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tersangka diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Penyidik juga berpendapat, tidak tertutup kemungkinan akan ditetapkan tersangka-tersangka berikutnya dalam perkara dimaksud sesuai dengan perkembangan penyidikan,” ujar Sumriadi.

Sumriadi menambahkan bahwa pihaknya sangat berhati-hati sebelum menetapkan tersangka lainnya. Katanya guna mengantisipasi adanya Prapid, pihaknya fokus pada tersangka AF. Sambil menunggu proses persidangan berjalan. Dia juga mengatakan bahwa JPU telah mengirimkan berkas tersangka AF ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Pekanbaru pad Jum’at lalu untuk sidang perdana.

“Berkas tersangka AF sudah dikirim ke pengadilan Tipikor Pekanbaru Jum’at kemarin, kita tinggal tunggu jadwal persidangan, untuk tersangka lain kita harus lebih berhati-hati, kita liat proses persidangan besok,” jelas Sumriadi kepada Biro IBC melalui telepon pada Rabu (2/6/2021) siang ini.

Penulis ; Faisal |YES