IBC, PELALAWAN – Dugaan tindak pidana korupsi (TPK) Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2019/2020 Desa Segamai Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau yang sebelumnya disebutkan naik ketingkat penyelidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan terdapat kekeliruan dalam narasi.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kasi Intel Kejari Pelalawan, Sumriadi bahwa Kejari Pelalawan benar telah menindaklanjuti laporan masyarakat di seksi Intelijen dan telah dilakukan Pengumpulan Data (Puldata) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) yang kemudian dilanjutkan dengan Sprint Operasi Seksi Intelijen.

“Terkait dugaan korupsi di Desa segamai, Kejari pelalawan telah menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut di seksi intelijen setelah dilajukan puldata dan pulbaket kemudian dilanjutkan dengan sprint ops seksi intelijen dan saat ini masih proses,” jelasnya meluruskan berita yang sebelumnya telah ditayangkan dengan judul Cukup Puldata, Dugaan Korupsi ADD Desa Segamai Segera Ditingkatkan .

Sumriadi menambahkan belum ada penyerahan kepada seksi tindak pidana khusus.

“Jadi belum ada penyerahan kepada seksi Tindak Pidana khusus, karena masih ditindaklanjuti di seksi Intelijen. Puldata dan pulbaket kemudian ditingkatkan ke Sprint ops Intel dan saat ini tim Intel sedang merampungkan pemeriksaannya,” tambahnya lagi.

Perlu diketahui Kepala Desa berinisial Ri tersebut diduga rugikan Negara terkait penggunaan ADD tahun 2019/2020. Berawal dari temuan adanya pekerjaan beton atau semenisasi jalan penghubung Parit Pisang Dusun 3 RT 8, 9 RW 4 yang tidak selesai yang kemudian dilaporkan oleh sekelompok masyarakat kepihak Kejari Pelalawan.

Dari keterangan warga yang namanya enggan disebutkan yang juga berprofesi sebagai Advokat saat bincang-bincang di gedung DPRD Pelalawan beberapa waktu lalu mengatakan bahwa keterangan yang dihimpun dari Kadus setempat bahwa panjang proyek semenisasi tersebut sekitar 2.228 meter, dengan lebar jalan 1 meter ketebalan 15 Cm (centi meter). Sedangkan penyelesaian pekerjaan baru sepanjang 1.369 meter. Ada sekitar 600 meter lagi yang belum dikerjakan.

Seperti yang dikutip dari suara buruh.com disebutkan adanya temuan tumpukan material diduga diperuntukan untuk proyek jalan tersebut. Sekitar 200 sak semen ditemukan dalam kondisi sudah membeku. Selain itu ada tumpukan pasir cor dan batu Split yang diperkirakan volumenya mencapai puluhan meter kubik.

Namun belum ada keterangan resmi dari pihak kejaksaan berapa nilai kerugian negara yang ditimbulkannya hingga berita ini ditayangkan.

Penulis : Faisal | YES