IBC, TALIABU – Tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Taliabu, lanjut melakukan penggeledahan di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapat Aset Daerah (BPKPAD) Pulau Taliabu.

Menurut informasi yang diterima IBC, penggeledahan tersebut untuk melengkapi dokumen terkait dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Puskesmas Sahu-Tikong tahun 2016, yang saat ini pada tahap penyidikan.

Pantauan di lokasi, sekira pukul 10:45 WIT, Rabu (2/6/2021) pagi tadi, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh 4 tim penyidik Kejari Taliabu, diantaranya, Kasi Pidsus Andi Aprizal, Kasi Pidum I Made Eddy Setiawan, Kasupsi Penyidikan Hariyadi Eka Nugraha, Kasupsi Pra Penuntutan, Yudhi Harioga.

Hingga kini, penggeledahan pada kantor Keuangan Taliabu pagi ini, masih terus berlanjut.

Sebelumnya, Senin (31/5/ 2021) kemarin, Kejari Taliabu menggeledah kantor Dinas Kesehatan dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pulau Taliabu, serta berhasil menyita sejumlah dokumen yang dianggap penting.

Dari pemeriksaan di dua kantor itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Taliabu, Agustinus Herimulyanto, menyampaikan, untuk mencukupi dokumen lainnnya.

“Setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan yang sudah ada, ternyata ada beberapa dokumen yang belum mencukupi untuk pembuktian, maka kita lakukan penggeledahan itu,” kata Agustinus, Senin (31/5/2021) lalu.

Pada kasus ini, penyidik menemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,98 miliyar, meski telah adanya pengembalian dari pihak terkait berjumlah Rp500.000.000,00.

Penulis : HVD | YES