IBC, SULA – Salah satu misi pada program Kepala Desa terpilih di Falabisahaya adalah soal perombakan perangkat Desa.

Alhasil, program itu teraktualisasi sebagaimana bukti Surat Keputusan (SK) pemberhentian yang dimaklumatkan 1 Juni 2021, oleh Kepala Desa Falabisahaya, Aswad Sahupala.

SK tersebut bernomor 002/SK/11.01/V/2021 tentang pemberhentian aparatur Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara.

Amatan di lokasi, Selasa (1/6/2021) lalu, sejumlah perangkat Desa mendatangi Kantor Desa Falabisahaya, lantaran SK Pemberhentian dinilai sepihak.

Mereka mengkaji, terdapat kekeliruan soal SK yang dikeluarkan, dimana dianggap menabrak Permendagri Nomor 67 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Dari situ, mereka yang diberhentikan nyaris memanas di halaman kantor Desa Falabisahaya, ditambah Aswad Sahupala selaku Kades dikabarkan berangkat ke Kabupaten Kepulauan Sula.

Seperti sebelumnya, Kepala Desa Falabisahaya, Aswad Sahupala, mengatakan, diawal masa jabatannya, dirinya bakal melakukan reformasi birokrasi pada internal Desa.

Aswad mengemukakan, pergantian perangkat Desa itu disebabkan tuntutan regulasi yang mengatur, satu diantaranya soal domisili.

“Khususnya di Desa Falabisabaya ini, ada beberapa aparat desa yang masih berdomisili di Desa Rawa Mangoli (desa persiapan),” katanya.

Padahal, hingga kini mayoritas warga Desa Rawa Mangoli masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berdomisli di Desa Falabisabaya.

Meski begitu, kata Aswad, hal tersebut merupakan instruksi langsung dari pihak Pemerintah Daerah, bagian Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sula.

“Sehingga terdapat 5 aparat Desa yang akan dicopot diantaranya, Kaur kasi 4 dan salah satu RT yang bertempat tinggal di Desa Rawa Mangoli,” tegasnya.

Penulis : HVD | YES