IBC, SULA – Insiden kebakaran kapal Karya Indah dilaut Lifmatola, Kepulauan Sula, (29/5/2021) lalu menyisakan kesedihan.

Hal itu sebagaimana dialami Indrawati, salah satu ibu rumah tangga (IRT) yang kehilangan suaminya yakni Dedi Hidayat, saat peristiwa tersebut.

Terhitung 7 hari lamanya, ibu 3 anak itu meminta pertolongan kepada tim evakuasi, agar dapat menemukan kepala rumah tangganya itu.

Pada riwayatnya, Dedi Hidayat merupakan salah satu tenaga honorer pada bidang tata usaha di SMKN 1 Kepualauan Sula, Maluku Utara.

Lantas, selaku aparatur negara, hingga kini keluarga korban mengakui, belum pernah disentuh kepedulian oleh orang nomor 1 yaitu Bupati Kepulauan Sula.

Sementara itu, tepat 4 Juni 2021 hari ini, Fifian Ade Nengsih Mus (FAM) yang dilantik sebagai Bupati Kepulauan Sula bersama wakilnya, diminta untuk prihatin atas musibah tersebut.

Indrawati bercerita, kedatangannya bersama keluarga ke Kabupaten Kepulauan Sula sejak 2005, waktu itu masa kepemimpinan Bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM) adalah kakak dari Bupati Sula saat ini.

Bersama keluarganya, didatangkan oleh AHM untuk bekerja selaku tenaga pendidik kontrak.

“Saya, suami saya dan satu teman kami saat ini tidak bernasib sama, bahkan upah yang kami terima sudah tidak seperti awal kami datang kesini. Selain itu, untuk tempat tinggal kami saat ini, kami tidak dipedulikan, misalnya rumah guru tetapi pihak kodim 1510 yang menampung kami sungguh sedih kami saat ini,” kata Indrawati yang berminang air mata.

Ia berpesan seharusnya Pemda perhatian kepada kami.

“Meski kami bukan berdarah Sula, namun kami saat ini adalah penduduk Sula, sehingga harusnya Pemda Sula beri perhatian bukan masalah rupiah, tetapi spirit kepada saya agar bisa melewati semua ini dengan baik,” tutupnya sambil berpesan.

Penulis : HVD| YES