IBC, TALIABU – Dalami kasus proyek Puskesmas Sahu-Tikong, Kejari Taliabu menemukan pengembalian kerugian negara tanpa nama penyetor.

“Telah ada pihak tertentu (bukan PT penyedia), mengembalikan sebagian temuan kerugian melalui Dinkes di Bulan April dan Mei 2021 ke rekening Kas Daerah, namun di lembar STS (surat tanda setoran), tidak tercantum nama dan tandatangan penyetornya,” kata Kajari Taliabu, Agustinus Herimuliyanto, dalam keterangan tertulis, usai membongkar gudang penyimpanan dokumen kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Taliabu, sekira pukul 15:00 WIT, Jum’at (4/6/2021).

Dalam pemeriksaan lanjutan, tim jaksa Kejari Taliabu berhasil mengantongi dokumen tambahan, yang didapat dari lemari BPKAD Taliabu, yang sebelumnya disegel.

“Sore kemarin, jaksa selaku penyidik lanjutkan pencarian dokumen di ruang arsip BPKAD, terutama di almari arsip yang kemarin masih terkunci. Jaksa penyidik menemukan dokumen yang dicari dalam almari yang pada saat penggeledahan sebelumnya dikunci,” jelas Agustinus.

Disampaikan, pengusutan kasus ini, Kejari telah menerima keterangan dari 12 saksi. Anehnya, mereka mengaku dokumen proyek Puskesmas Sahu-Tikong telah hilang.

“Orang-orang terkait yang sebelumnya telah diperiksa menerangkan, dokumen yang dimaksud tidak dapat mereka temukan lagi, sehingga tidak bisa menyerahkan kepada penyidik,” ucap Agustinus mengulang pernyataan saksi.

Hingga begitu, orang nomor satu di Kejari Taliabu itu meminta agar dapat menyerahkan dokumen yang hendak dicari.

“Jika memang ada ada itikad baik untuk pengembalian kerugian, segera serahkan kepada penyidik sehingga dapat diperhitungkan dan dipertimbangkan dalam perkara yang sedang proses,” pinta Agustinus.

Seperti diketahui, pada kasus ini penyidik menemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,98 miliyar, meski telah adanya pengembalian dari pihak terkait berjumlah Rp500juta.

Penulis : HVD | YES