IBC, SANANA – Front Pemuda Puhi Aya (FP2A) menantang bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sula Hj.Fifian Ade Ningsi Mus dan H. Saleh Marasabesi (FAM-SAH) untuk mengungkap pelaku dugaan korupsi pada pembangunan Mesjid An-Nur Desa Pohea.

Pasalnya, pembagunan Mesjid An-Nur Desa Pohea dikerjakan mulai dari tahun 2017 hingga tahun 2020 dengan total anggaran Rp4 milyar namun pembangunan mesjid belum juga diselesaikan dan tidak bisa digunakan karena lantai dua mesjid mengalami getaran

Ketua Front Pemuda Puhi Aya Rianto Kaunar menantang FAM-SAH selesaikan polemik Mesjid An-Nur Desa Pohea dan tidak menjadikan persoalan ini jadi cerita manis saat kampanye.

“Saya menantang FAM-SAH Selesaikan polemik Mesjid An-Nur Desa Pohea, kami juga menagih janji saat lakukan kampanye di Desa Pohea saat bertarung kemarin. Kami juga tidak berkeinginan Mesjid kami hanya jadi wacana politik namun bukti nyata atas janji itu yang kami inginkan,” ujar Rianto kepada IBC di kediamannya, Sabtu (5/6/2021).

Me urut Rianto, FAM-SAH mengatakan saat melakukan kampanye di Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara ia berjanji akan menyelesaikan polemik pembagunan Mesjid An-Nur Desa Pohea ketika terpilih menjadi Bupati dan wakil bupati kabupaten kepulauan Sula

“Saya dan Pa Saleh Marasabesi akan menyelesaikan polemik bergetarya lantai dua dan menyelesaikan pembagunan Mesjid An-Nur Desa Pohea ketika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati sehingga masyarakat desa pohea bisa mengunakan untuk beribadah,” ujarnya menirukan FAM-SAH saat berkampanye Jumat (27/11/2020) lalu.

Secara terpisah Kasat Reskrim Kabupaten Kepulauan Sula Iptu.Aryo Dwi Prabowo menuturkan kasus Mesjid An-Nur Desa Pohea dikerjakan oleh Kajari Kepulauan Sula.

“Kasus ini di periksa oleh kejaksaan negeri Sanana,kami hanya menagani kasus pembangunan pasar makdahi dan kasus DD desa wai IPA,” imbuh ARyo kepada IBC, Kamis (3/6/2021).

Penulis : Tim | YES