IBC, SUMSEL – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Kadis TPH) Sumatera Selatan (Sumsel) H R Bambang Pramono hadiri workshop pengembangan kawasan food estate berbasis koperasi petani di wilayah Barat Sumatera oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Hotel Aston Palembang, Kamis (10/6/2021).

Kadis Pertanian TPH Sumsel H R Bambang Pramono mengatakan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 10 (sepuluh) Provinsi se-Sumatera dengan jumlah peserta 106 orang dan sektor yang diundang adalah Kepala Bapeda dan Kadis Pertanian se-Sumatera

“Untuk di Provinsi Sumsel yang hadir hari ini adalah Kepala Bapeda Provinsi, Kadis Pertanian TPH, Kadis Kehutanan Privinsi, Kadis Perternakan Provinsi dan Kadis Perkebunan Provinsi,”katanya.

Dirinya menjelaskan kegiatan food estate bukan kegiatan reguler tetapi kegiatan extra ordinary yang diharapkan ada lompatan-lompatan hasil seperti disektor tanaman pangan akan dilakukan optimalisasi usaha tani dengan melakukan sinergi mulai hulu sampai ke hilir

“Kita akan benahi mulai dari sektor perencanaan, sarana produksi, pengolahan budidaya sampai panen, pasca panen dan pemasaran hasil seperti yang diharapkan oleh Presiden RI sehingga muara dari pada kegiatan workshop ini adalah meningkatkan ketersediaan pangan Indonesia,” ujar Bambang Pramono.

Selanjutnya Bambang Pramono menuturkan di Provinsi Sumsel seperti yang kita ketahui selama ini bahwa produksi kadang-kadang tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani

“Maka kegiatan workshop food estate ini tidak hanya bagaimana mengajak dan membimbing petani untuk melakukan budidaya sesuai dengan rekomendasi tetapi juga hasilnya akan dibeli oleh mitra kerja kita seperti di Sumsel salah satunya PT Buyung Putra Sembada Tbk yang akan membeli semua hasil produksi peserta petani food estate dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu untuk Gabah Kering Panen dengan kadar air 25-27 persen dengan harga pembelian Rp4200/kg dan Gabah Kering Giling dengan kadar air 13-14 persen harga pembelian Rp5300/kg,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya HPP sudah berlaku dari tahun 2020 untuk harga Rp4200/kg tetapi seperti yang kita ketahui kemarin sempat terjadi anjlok harga dimana petani menjual hasilnya yang dibeli dengan harga Rp3500/kg

“Dengan adanya food estate inilah seperti yang diharapkan oleh Presiden RI disamping meningkatkan ketersediaan pangan, harga pembelian bisa sesuai dengan HPP yang akan meningkatkan pendapatan petani,” ucap Bambang Pramono.

Sementara PT Buyung Poetra Sembada Tbk diwakili Sukartik hadir pada pembukaan workshop pengembangan kawasan food estate berbasis koperasi petani wilayah barat Sumatera sebagai mitra kerja pemerintah untuk mensukseskan food estate.

“Kita akan mendukung dan mensuport suksesnya program food estate dalam meningkatkan ketersediaan pangan Indonesia dan meningkatkan pendapatan petani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Sukartik.

Penulis : Zul | YES