IBC, PELALAWAN – Pasar Modern Sorek yang dibangun pada masa kepemerintahan HM. Haris, sempat digadang-gadang sebagai pusat perbelanjaan yang menggabungkan konsep tradisional dengan konsep kekinian alias modern itu kini menjadi sarang hantu dan maksiat oleh kenakalan remaja.

Kondisi yang sebagian mengalami kerusakan cukup parah itu hingga saat ini belum pernah difungsikan oleh pihak ketiga sebagai pemenang tender pengelola Pasar Modern tersebut.

Bangunan yang dilengkapi dengan eskalator tersebut kabarnya telah menghabiskan anggaran mencapai puluhan miliyar rupiah. Berdasarkan keterangan yang dikutip dari politikus Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin menyebutkan selain setoran yang seharusnya bisa diterima oleh pemerintah daerah dalam pertahunnya sebesar 350 juta selama lima tahun kebelakang yang mencapai Rp1,7 miliyar, tunggakan pajak terhadap Pemda Pelalawan juga menimbulkan permasalahan.

Baharudin menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya sudah beberapa kali memanggil dinas terkait dan pihak Pemda untuk mencari solusinya, namun pemanggilan hearing yang sudah berkali-kali itu tidak pernah membuahkan hasil.

“Kami di DPRD sudah berkali-kali hearing ditingkat komisi dua dan melalui pandangan fraksi-fraksi, tetapi pengelolaan yang sudah diberikan kepihak ketiga selama tiga puluh tahun, dan pihak ketiga sampai saat ini tidak mampu untuk melakukan tugas mereka,” kata Baharuddin menjelaskan melalui WhatsApp, Senin (14/6/2021).

Selanjutnya Bahar menambahkan pihaknya mengintruksikan kepada dinas terkait dan berharap Pemda Pelalawan dibawah kepemimpinan Zukri, secepatnya melakukan evaluasi terhadap kontrak pengelolaan pasar modern tersebut.

“DPRD minta ke dinas terkait dan Pemda untuk mengevaluasi terhadap kontrak tersebut agar pengelolaan dengan BUMD dengan catatan ; pihak ketiga setiap tahun menyetor ke Kas daerah (Kasda) senilai 350 juta dan mereka sudah membayar satu tahun dan tahun berikutnya belum mereka lunasi,” tambahnya.

Dinas koparasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) belum berhasil dihubungi terkait pemberitaan ini.

Penulis : Faisal | YES