IBC, SUMSEL – Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) gelar pemusnahan arsip inaktif yang tidak bernilai guna pada 8 (delapan) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dihadiri wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya di halaman kantor kearsipan Provinsi Sumsel, Senin (14/6/2021)

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mengatakan mewakili Gubernur Sumsel menghadiri undangan Dinas Kearsipan dalam rangka kegiatan pemusnahan arsif inaktif yang menurut penilaian sudah kadaluarsa

“Inilah yang sering saya sampaikan diseluruh OPD Pemprov Sumsel, kenapa Kearsipan ada dinas atau OPD tersendiri, karena Pemerintah menganggab arsip sangat penting dalam berkesinambungannya arsip menjadi bukti tertulis untuk menguatkan kekuatan hukum dan kadang-kadang disetiap OPD Lupa dengan arsip tersebut oleh karena itu harapan saya disetiap OPD ada staf khusus yang menangani kearsipan,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel Hj Septiana Zuraida mengatakan kepala OPD-OPD Pemprov Sumsel kurang menyadari bahwa betapa pentingnya arsip, karena seperti apa yang disampaikan Wakil Gubernur bahwa setiap apapun bentuknya tata naskah dinas harus ada arsip.

“Dengan adanya Arsip berarti mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar oleh karena itu kita lakukan jemput bola terus untuk memilih mana arsip yang harus dimusnahkan, karena kepala OPD-OPD nya saya lihat tidak begitu memperhatikan atau bisa jadi mereka tidak mengerti dan menganggab ini tidak penting,” ujar Septiana.

Septiana menuturkan bahwa Dinas Kearsipan Pemprov Sumsel sudah memiliki tim personil yang selalu turun kelapangan namun belum digerakannya oleh OPD-OPD untuk memusnahkan Arsip inaktif yang tidak bernilai guna

“Disini kita mempunyai arsiparis sebanyak 23 orang sementara yang harus kita kerjakan ratusan ribu berkas, jadi memang tenaganya terbatas dan mudah-mudahan kedepan kita bisa mengerjakannya apalagi disetiap OPD-OPD sudah mau memilah arsip yang sudah sesuai dengan prosedur untuk dimusnahkan,” harapnya.

Terakhir Septiana membeberkan 8 (delapan) OPD dilingkungan Pemprov Sumsel yang memusnahkan arsip inaktif sebanyak 1384 berkas yaitu Dinas Kearsipan, Dinas Kehutanan, Dinas Perdagangan, Dinas Penanaman Modal, Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkim dan Dinas BKD

“Semua kegiatan yang telah dilaksanakan secara rutin dalam 2 tahun berjalan telah mensukaeskan dan menaikan prestasi dibawa kepemimpian Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumsel Herman Deru-Mawardi Yahya mendapat penghargaan peringkat 10 (sepuluh) besar tingkat nasional se-Indonesia dan peringkat 2 (dua) besar tingkat se-Sumatera dalam pengawasan kearsipan instansi pemerintah Daerah,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES