IBC, PELALAWAN – Dinilai tidak cakap dalam menjalankan fungsi sebagai pejabat dinas pasar (Diskoperindag dan UKM) oleh sejumlah kalangan, dewan pimpinan daerah GNPK-RI Surati DPRD Pelalawan untuk memanggil para pihak terkait.

Dalam surat yang dibuat dengan tulisan tangan tersebut dilayangkan kepada komisi dua DPRD Pelalawan sebagai bidang yang mengurusi dinas Diskoperindag. Di dalam surat tersebut Ketua GNPK-RI Pelalawan, Abdul Murat meminta agar para pihak segera dihadirkan termasuk bupati Pelalawan, Zukri Misran serta pihak ketiga yang dinyatakan sebagai pemenang sebagai pengelola pasar modern Sorek kecamatan Pangkalan Kuras.

“Hari ini kami sudah masukan surat ke DPRD Pelalawan, minta wakil rakyat untuk panggil semua pihak terkait termasuk pihak ke 3 sebagai pengelola pasar modern. Sudah enam tahun tanpa ada solusi ini kerja mereka ngapain aja?,’ kata Abdul Murat, SIP melalui WhatsApp pada Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Aset Bernilai Puluhan Milyar Jadi Tempat Maksiat, DPRD Pelalawan Desak Pemda Tuntaskan Pasar Modern Sorek

Dikabarkan sebelumnya mangkraknya pengelolaan pasar modern yang sudah berlangsung selama enam tahun itu di bangun dengan anggaran mencapai puluhan milyaran rupiah tanpa menghasilkan PAD bagi daerah.

Dinilai mubazir dan merugikan negara para pihak meminta BPK RI untuk lakukan audit terhadap pengelolaan pasar modern tersebut. kabar adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Pelalawan pun sunter diperbincangkan dibeberapa group WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang dirangkum media ini, setoran pihak ketiga terhadap daerah mencapai Rp350 juta per tahunnya. Namun menurut Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin diberita sebelumnya membeberkan bahwa pihak pengelola pasar modern baru melakukan setoran ke kas Daerah (Kasda) untuk satu tahun, sedangkan masa pengelolaan sudah berjalan selama Enam tahun.

Penulis : Faisal | YES