IBC, PALEMBANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Palembang dan Forum Komunikasi Ulama dan Umaroh (FKUU) bersama Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) gelar safari dakwah di Musolah SMKN 4 Palembang, Senin (21/6/2021).

Kabid Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Diknas Provinsi Sumsel Joko Edi Purwanto menyampaikan permintaan maaf kepada guru-guru dan siswa siswi SMKN 4 Palembang khususnya Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel KH Amirudin Nahrawi (Cak Amir) dalam waktu yang bersamaan Kepala Dinas Diknas Provinsi Sumsel tidak bisa menghadiri kegiatan Safari Dakwah karena beliau mengikuti kegiatan Gubernur di Kabupaten Pagar Alam

“Dengan tidak hadirnya Kepala Dinas mudah-mudahan tidak mengurangi kebersamaan kita untuk silahtuhrahmi didalam Safari Dakwah karena kegiatan ini sangat positif sekali dan kita ambil hikmahnya yaitu bersama-sama kita melaksanakan sholat berjamaah,” ucap Joko dalam sambutannya.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 4 Palembang Ramot Siahaan mengatakan dirinya melihat dan mendengarkan yang sangat berharga yang disampaikan oleh Cak Amir sebagai penceramah pada kegiatan safari dakwa untuk guru-guru dan siswa siswi SMKN 4 Palembang sangatlah berguna.

“Yang disampaikan oleh Cak Amir yaitu masalah pembelajaran pendidikan itu hanya diberikan kepada orang yang tidak berdosa dan untuk siswa siswi yang menyakiti guru dan orang tua yang tidak bertaubat serta aliran-aliran keras dengan sangat tegas itu adalah salah,” ujar Ramot.

Selnjutnya Ramot menuturkan bahwa terkait aliran keras atau ajaran sesat yang menyimpang dari agama, guru-guru selalu mengawasi jangan sampai ada kegiatan-kegiatan aliran keras di SMKN 4 Palembang

“Secara rahasia sebagai kepala sekolah saya selalu mengamati dan memantau anak-anak siswa siswi SMK N 4 jangan sampai terpapar mengikuti kegiatan-kegiatan aliran keras,” tuturnya.

Ramot mengungkapkan terkait sistem pembelajaran di SMKN 4 Palembang semua mata pelajaran tanpa terkecuali termasuk mata pelajaran agama diajarkan melalui online atau daring

“Dan untuk praktek mata pelajaran agama kita minta persetujuan orang tua siswa siswi untuk mengizinkan anaknya mengikuti praktek mata pelajaran agama secara langsung atau tatap muka, tetapi bagi orang tua yang tidak mengizinkan tetap kita layani secara daring,” ujarnya

Terakhir ia membeberkan terkait pelajaran praktek agama untuk siswa siswi SMKN 4 Palembang sangat kesulitan mengajarinya secara daring karena susah dalam pelaksanaannya

“Untuk ekstrakuler disekolah ini selama pandemi covid-19 ditiadakan dan sebelum pandemi covid-19 kegiatan ekstrkuler dalam nuansa keagamaan kita menyiapkan alat-alatnya seperti rebana, hadroh untuk marawis di SMK N 4 Palembang,” tutup Ramot.

Penulis : Zul | YES