IBC, TALIABU – Dinas Kesehatan Taliabu, Maluku Utara, meneken MoU bersama RSUD Luwuk, Sulawesi Tengah, untuk mereduksi persoalan biaya rujukan serta perobatan pasien dari Taliabu ke rumah sakit.

Nampaknya langkah yang disepakati mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD Pulau Taliabu, Zainal Ashar.

Zainal menyebutkan, ditengah kondisi fasilitas RSUD Bobong Pulau Taliabu yang minim, sangat diperlukan hal sama tersebut.

“Kami selaku DPRD Kabupaten Pulau Taliabu sangat mengapresiasi langkah Kadinkes, karena telah mengambil langkah untuk mempermudah masyarakat Taliabu yang dirujuk ke Luwuk untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan juga jaminan pembiayaan bagi pasien yang kurang mampu,” kata Politisi PDI-P Taliabu itu, seperti dilansir Mimbarrakyat.com, (20/6/2021) kemarin.

Secara terpisah, Alumni Persatuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Taliabu (Permata) Cabang Luwuk, Slamet, mengkritisi kebijaksanaan tersebut.

Slamet bilang, yang dibutuhkan saat ini adalah kemerdekaan pelayanan kesehatan warga Taliabu.

“Minimal yang dipikirkan Dinkes itu, bagaimana caranya supaya seluruh peralatan medis lengkap, baik dari fasilitas maupun para tenaga kesehatan, agar kita tidak bergantung dengan Kabupaten lain,” kritik Slamet, seperti yang diterima media ini, Selasa (22/6/2021).

Menurutnya, Pemerintah Daerah Taliabu sudah seharusnya keluar dari zona ketergantungan dan sepatutnya mandiri.

“Dari tahun ke tahun, banyak sekali pasien yang dirujuk ke Kabupaten Luwuk, sementara Taliabu punya RSUD Bobong, kalau Pemda tidak pikirkan perkembangan kesehatan, bagaimana mau menjamin keselamatan warganya,” tegas Pemuda asal Taliabu itu.

Sembari menyentil data yang dikantonginya, pasien yang dirujuk ke Luwuk dikenakan biaya dengan nilai yang fantasis.

Penulis : HVD | YES