IBC, TALIABU – Kabar hangat yang datang dari sejumlah Desa di Taliabu, sangat memprihatinkan.

Persoalannya adalah, sebanyak 20% Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019-2020, diduga belum selesai dicairkan oleh pihak BPKAD Pulau Taliabu.

Dari hasil wawancara yang diterima, nilai anggaran 20% ADD tersebut setiap desa bervariasi, yang mencapai ratusan juta rupiah.

Dampaknya, sejumlah Kepala Desa (Kades) di Taliabu dicopot sementara, lantaran menunggak pembayaran gaji aparat desa.

Kepala BPKAD Taliabu, Irwan Mansur saat dikonfirmasi kebenaran tersebut, masih berada di luar daerah dalam rangka mengikuti kegiatan bimtek bersama seluruh pucuk pimpinan SKPD ke Jakarta.

Sementara itu, soal mandeknya pencarian ADD 20% itu belum diketahui oleh pihak komisi I DPRD Taliabu.

“Mereka Kepala Desa itu tidak ada yang mau bikin laporan di DPRD, karena mereka rata-rata bikin masalah itu. Biasanya itu faktor sanksi, karena tidak sampaikan LPJ atau faktor refocussing tempo hari,” kata anggota Komisi I DPRD Taliabu, Pardin Isa ketika dihubungi via WhatsApp, Selasa (22/6/2021).

Agar diketahui masalah yang dialami, Pemerintah Desa (Pemdes) diminta layangkan surat ke DPRD.

“Coba kasih tahu di Kades-kades itu, mereka bikin laporan resmi ke DPRD, biar kami tahu pokok persoalannya,” pinta Pardin.

Penulis : HVD| YES