IBC, SULA – Sejumlah warga yang mengatasnamakan Front Pemuda Puhi-aya (FP2A) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH), resmi melaporkan dugaan kasus korupsi masjid An-Nur di Kecamatan Sanana Utara, ke Kejari Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Sebelumnya, FP2A telah melaporkan kasus tersebut ke pihak DPRD dan pihak Kepolisian, namun hal tersebut belum terselesaikan.

“Hari ini kami menggandeng YLBH untuk melaporkan dugaan korupsi pembangunan masjid An-Nur Desa Pohea ke Kajari untuk selanjutnya di Lidik,” kata ketua FP2A, Rianto Kaunar, Senin (21/6/2021) dikantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sula.

Parahnya, kasus korupsi proyek rumah ibadah itu, telah menelan anggaran sebanyak 4 milyar lebih, namun hingga saat ini pembangunannya belum juga terselesaikan sejak 2015 silam.

Secara terpisah, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sanana, M.Fadli Habibi, menyampaikan bakal melakukan pemeriksaan terkait pelaporan tersebut.

“Laporan ini saya terima dan kami akan minta petunjuk pimpinan (Kajari – red) untuk selanjutnya kami proses,” jawab Fadli singkat

Dari data yang dihimpun kilat.com, pokok perkara yang dilaporkan adalah, Perusahan Konstruksi pekerjaan masjid pohea di mulai dari tahun 2015 dengan nilai Rp488,427,000, bersumber dari APBD Kepulauan Sula (Kepsul). Selain itu, dilanjutkan pekerjaan oleh CV. Ira Tunggal Bega, Tahun 2016 Anggaran Rp500.000.000.00 dikerjakan oleh CV.Sarana Mandiri.

Proyek itu kembali dikerjakan pada tahun 2017 angaran Rp957,996,903, dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri. Tak sampai disitu, pada tahun berikutnya, yakni 2018 Pemda Sula mengalokasikan lagi senilai Rp1.959,904,793, dan dilanjutkan pula pada 2019, pembangunan tersebut yang dikerjakan oleh CV. Dwiyan Pratama dengan anggaran sebesar Rp294. 093.402,00.

Penulis : HVD | YES