IBC, JAKARTA – Sekretaris Jenderal ((Sekjen) Seknas Jokowi, Dedy Mawardi menanggapi polemik mengenai Ivermectin yang dipicu oleh pernyataan Pandu Riono, Epidemiolog dari UI, yang menyatakan bahwa Menteri BUMN melakukan kebohongan.

“Nggak pernah disetujui Badan POM itu obat terapi Covid. Nggak pernah. Kata siapa? Itu berita hoaks. Enggak apa-apa, itu obat lama, obat untuk obat cacing, obat rabies. Siapa bilang yang setuju (untuk Covid-19)? Erick Thohir bohong. Menteri kok bohong. BPOM itu cek lagi izin edarnya, hanya untuk antiparasit. Enggak pernah untuk atasi Covid,” jelas Pandu dilansir dari kumparan, Selasa (22/6/2021) kemarin.

Dedy mengapresiasi upaya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lewat PT Indofarma Tbk (INAF), untuk memproduksi Ivermectin yang sudah mengantongi ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor GKL2120943310A1, yang merupakan obat generic yang merupakan obat antiparasit atau obat untuk mengatasi infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis).

“Inikan yang diproduksi dan sudah mendapat ijin BPOM sebagai obat generik, agar terjangkau dan mudah didapat apabila dibutuhkan. Obat ini ternyata juga dapat digunakan dalam terapi Covid-19 dan tentunya di bawah pengawasan dokter dan di beberapa negara lain juga sudah mulai digunakan sambil diteliti lebih lanjut,” ujar Dedy melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Selanjutnya Dedy juga tidak setuju dengan pernyataan Pandu Riono yang menyatakan Menteri BUMN berbohong.

“Menurut saya pernyataan Pak Riono terlalu berlebihan, sebaiknya beliau amati dan pahami lebih dalam pernyataan Pak Erick Thohir, bila perlu dipertanyakan saja. Pandemi Covid-19 ini kan sesuatu yang baru dan dihadapi oleh seluruh dunia, saya perhatikan dan baca di media, banyak upaya dilakukan oleh dunia medis dalam rangka mencari obat penangkalnya, baik obat temuan baru maupun mendalami obat-obatan yang sudah ada yang mungkin bisa digunakan dalam menghadapi gejala penyakit Covid-19 ini diantanranya adalah Ivermactin ini. Upaya-upaya ini tentunya harus kita apresiasi,” jelasnya.

Dirinya mengajak semua pihak untuk dahulukan berbaik sangka, lakukan kritik yang konstruktif, pertanyakan dengan baik bila ada yang diragukan.

“Mari kita saling bantu, gotong royong, pelajaran yang sangat berharga mestinya bisa kita petik dari pandemi yang luar biasa ini agar kedepannya kita bisa lebih kuat dan mandiri khususnya dalam bidang kesehatan,” pungkas Dedy.

Penulis : DS | YES