IBC, TALIABU – Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara Aliong Mus meminta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk pulangkan kapal penangkap telur ikan terbang yang sudah masuk ke perairan Taliabu.

Selain tidak memiliki ijin, kapal-kapal yang masuk dari wilayah Sulawesi ini juga meresahkan aktivitas nelayan lokal yang juga melakukan penangkapan ikan terbang.

Aliong Mus mengatakan akan memerintahkan DKP Taliabu untuk menertibkan para nelayan yang datang dari wilayah luar Taliabu.

“Nanti saya perintahkan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan untuk melarang aktivitas mereka. Mereka tidak kantongi ijin, selain itu di Taliabu Timur ada nelayan yang juga menangkap ikan terbang. Kita cegah jangan sampai ada masalah dengan nelayan lokal kita di Taliabu,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Taliabu Timur merupakan Kecamatan yang banyak memiliki komoditi hasil tangkapan dari laut. Salah satunya ikan asin kering dari ikan terbang. Nelayan setempat mengaku tangkapan mereka menurun jika Kapal Penangkap Telur Ikan terbang masih beroperasi.

“Kalau kapal itu diberikan ijin untuk ambil telur ikan terbang seperti tahun lalu, itu sangat mempengaruhi pendapatan nelayan lokal disini. Hasil tangkapan kami berkurang,” ungkap salah satu warga Desa Penu.

Hal yang sama pula disampaikan oleh Hasim Fokaaya, Pejabat Kepala Desa Penu ini melarang aktivitas penangkapan telur ikan terbang di wilayahnya.

“Kami di Pemerintahan Desa juga tidak memberikan ijin kepada nelayan telur ikan terbang untuk beroperasi di wilayah kami. Banyak juga nelayan lokal yang menangkap ikan terbang di Desa Penu, kalau mereka diberikan ijin akan sangat berdampak pada pendapatan nelayan kami,” kata Hasim.

Hasim juga pernah meminta kepada DPRD Provinsi Maluku Utara untuk mengawal Aspirasi nelayan Desa Penu, dirinya berharap pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mempertimbangkan ijin tangkap di Wilayah Taliabu, Teruma kepada nelayan yang masuk dari provinsi lain.

Penulis : HVD | YES