IBC, TALIABU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Taliabu, terus mendalami dugaan korupsi proyek Puskesmas Sahu-Tikong yang dikerjakan sejak 2016 silam.

Dari penyidikan, Kejari berhasil memeriksa sejumlah saksi, satu di antaranya adalah RUB selaku pelaksana pada proyek Sahu Tikong yang merugikan anggaran negara capai Rp1,98 M.

Tak hanya proyek fisik, nama RUB juga terseret selaku penyedia pada dugaan kasus korupsi obat-obatan sejak tahun 2016.

Kerugian negara pada pengadaan obat-obatan tersebut senilai Rp1,3 milyar dari anggaran sebesar Rp4,9 milyar.

Pada kasus tersebut, Kejari menemukan volume yang tidak sesuai kontrak usai pemeriksaaan.

Selain itu juga, terdapat kerugian negara berjumlah Rp259 Juta pada dana keterlambatan pengelolaan penyediaan obat-obatan tersebut.

“Sebab ada beberapa obat yang dibeli tapi tidak ada dikontrak, maka obatnya itu datang setelah selesai kontrak. Dan kontrak yang diserahkan ke RUB selaku penyedia pada bulan November sementara kontrak habis di bulan Desember 2016, jadi dia begitu tergesa-gesa mencari obat-obatan,” ungkap Kasipidus Kejari Taliabu, Andi Aprizal di ruang kerjanya, Rabu (23/6/2021).

Penulis : HVD | YES