IBC, TALIABU – Sebanyak 42 lahan warga Desa Bahu, Kecamatan Taliabu Selatan, Pulau Taliabu, Maluku Utara, belum terlunasi.

Pasalnya, tercatat sebesar Rp1 milyar lebih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taliabu menunggak utang tersebut.

Membenarkan apologi itu, Kepala Desa Bahu, Andili, menjelaskan utang lahan yang belum dibayar pemkab sebesar Rp1 milyar.

“Ada 42 orang (yang memiliki lahan),” kata Andili, saat dihubungi wartawan, via telepon seluler, Senin (28/62021).

Awalnya, sejak 2019 Pemkab Taliabu melakukan pembebasan lahan di lokasi setempat, guna menggenjot infrastruktur.

Justru hal itu mendapat dukungan dari warga sekitar, dengan ketentuan ganti rugi lahan.

Kabag Tata Kelola Pemerintahan, Pulau Taliabu, Amrul Badal, kepada media baru-baru ini menuturkan, menyangkut pelunasan lahan warga tahun ini belum bisa terselesaikan.

Meski begitu, kata Amrul, Pemkab bakal membayarnya setelah berhasil dihitung oleh tim penilai.

“Tapi saya lihat permintaan (pembayaran) semuanya sudah ada di Keuangan (BPKAD),” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Taliabu, Irwan Mansur, saat tengah dikonfirmasi di kantornya, masih berada diluar daerah.

Sekedar diketahui, saat ini Pemkab Taliabu baru membayar lunas lahan warga untuk Desa Todoli dan Desa Samuya.

Sedangkan lahan warga yang belum terbayar di Desa Bahu (42) dan Desa Pencado-Maluli (45).

Penulis : HVD | YES