IBC, SUMSEL – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Riza Pahlevi secara resmi buka workshop peningkatan kompentisi guru dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan bahan ajar digital yang digelar oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Palembang bertempat di Aula SMAN 3 Palembang, Rabu (30/6/2021).

H Riza Pahlevi mengatakan mewakili dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar SMAN 3 yang dinahkodai oleh Sugiyono telah melaksanakan workshop peningkatan kompetensi dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan bahan ajar digital.

“Sudah eranya apalagi dengan musim pandemi Covid-19 ini tentu pembelajaran itu Hybrid Learning yaitu campuran antara daring dan laring, oleh karena itu guru harus bisa menguasai digital bagaimana pembelajaran serentak dengan cara daring dan laring,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan narasumber kegiatan workshop kebetulan narasumber nasional yang berasal dari Sumsel termasuk diantaranya alumni Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 3 Palembang yaitu H I Gede Mendera

“Mudah-mudahan semua guru dari SMA-SMA lain bisa mencontoh SMAN 3 memanfaatkan waktu masa libur dengan melaksanakan workshop ini dan untuk SMA didaerah Kota Kabupaten Sumsel yang lain kita imbau melalui MKKS,” harap Riza

Sementara Kepala SMAN 3 Palembang Sugiyono beberkan bahwa yang ikut workshop ada 77 guru diantaranya 56 guru PNS dan 21 guru honorer dengan tujuan dalam rangka menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mempersiapkan akreditasi sekolah dan peningkatan kompetensi guru untuk menghilangkan image guru itu gagal teknologi (Gaptek)

“Insyaallah saya jamin guru SMAN 3 Palembang itu gak ada yang Gaptek walaupun guru yang menjelang pensiun mampu menjalankan tugas sebagai guru dalam proses pembelajaran daring, apalagi sekarang workshop ini untuk persiapan belajar daring dan tatap muka dimana kombinasi anatara luring dan daring,” ujar Sugiyono.

Sugiyono juga menegaskan bahwa SMAN 3 Palembang dengan tahun ajaran baru sangat siap dengan PTM sesuai himbauan kementerian yang ditindak lanjuti oleh Gubernur melalui Dinas Pendidikan bahwa sekolah mempersiapkan skenario proses PTM terbatas yang dimulai dari kesiapan infrastruktur protokol kesehatan (prokes) dan bagaimana PTM akan digelar

“Untuk melaksanakan skenario itu harus ada pengaturan tahap awal yaitu struktur kurikulum dimana 3 jam pelajaran dalam satu hari itu akan di distribusikan dalam waktu satu minggu jam pelajaran yang harus ditempuh oleh seluruh siswa sehingga harus diatur waktunya supaya cukup, dimana waktu normalnya satu jam pelajaran itu 45 menit dan sekarang satu jam itu 25-30 menit,” ungkapnya.

Terakhir Sugiyono menjelaskan terkait pembelajan tatap muka dan daring secara bersamaan pada tahun ajaran baru sehingga seluruh siswa bisa mengikuti pelajaran.

“Skenario yang telah disiapakan oleh guru dimana sebagian langsung siswa PTM dan sebagian lagi ada dirumah sehingga guru menyiapkan kamera dikelas sehingga anak-anak yang dirumah bisa menggunakan aplikasi google clas room, qualitiva dan lainnya untuk life streaming mengikuti pelajaran disekolah,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES