IBC, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan dikritik karena membiarkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XII digelar di Kantor Pemkot Tangsel dan Masjid Al-I’tishom, Jalan Maruga, Ciputat saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pembukaan MTQ dipimpin langung Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan pada Jumat (2/7/2021).

Sedangkan perlombaan berbagai kategori yang bekaitan dengan penguasaan pembacaan Al-Qur’an dihelat pada Sabtu-Minggu (3-4/7/2021). Dengan jumlah peserta MTQ mencapai 350 orang lebih dari tujuh kecamatan di Tangsel. 

Ketua Komisi III DPRD Tangerang Selatan dari Fraksi Gerindra-PAN, Zulfa Sungki Setiawan  menganggap dengan tetap berlangsungnya MTQ, Pemkot Tangsel tidak memiliki kepekaan terhadap situasi pandemi Covid-19 yang tengah mengganas.

“Saat ini Rumah Sakit yang ada di Tangerang Selatan sudah banyak yang menutup Fasilitas IGD dikarenakan Pasien terpapar Covid semakin banyak. Virus ini menyebar dan menularkan karena adanya persinggungan atau bertemunya antar manusia.” kata Zulfa melalui keterangan tertulis kepada IBC, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Mantan Relawan Satgas Covid-19 Sesalkan Pelaksanaan MTQ di Tangsel Saat PPKM Darurat

Zulfa menegaskan pelaksanaan MTQ tersebut sungguh tidak menunjukan sense of crisis dari pejabat terkait.

“Pelaksanaan (MTQ) ini sungguh sungguh tidak menunjukan sense of crisis, pejabat terkait tidak memiliki empati dan simpati kepada tenaga kesehatan yang saat ini berjibaku manangani pasien covid,” tegasnya.

Menurut Zulfa peraturan tentang PPKM Darurat sudah jelas melarang kegiatan keagamaan, seni dan budaya yang mengundang kerumunan, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 15 tahun  2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 wilayah Jawa dan Bali.

“Bahkan, peraturan PPKM tersebut sudah dibuat Surat Edaran oleh Wali Kota Tangsel, nomor 443/2227/Huk, yang ditandatangani Wali Kota Benyamin Davnie tertanggal 2 Juli 2021,” terangnya.

Bagi Zulfa, pelaksanaan MTQ bisa saja ditunda atau digelar secara daring menggunakan teknologi yang mumpuni. 

“Pelaksanaan MTQ bisa ditunda pelaksanaannya atau juga bisa menggunakan cara-cara cerdas dan modern dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Sehingga perwujudan kota cerdas, modern dan religius akan lebih telihat indentitasnya,” pungkasnya.

Pwnulis : FA| YES