IBC, TALIABU – Rombongan tenaga kesehatan (Nakes) honorer yang bertugas di RSUD Taliabu tuntut pembayaran gaji.

Pantauan di lokasi, Rabu (7/7/2021), tuntutan para nakes tersebut dimediasi langsung oleh DPRD Pulau Taliabu, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Terhitung sejak bulan Februari – April tahun 2021, sebanyak 64 nakes yang belum terbayarkan.

Untuk nakes dengan golongan D3 pembayarannya sebesar Rp1.5 juta sedangkan S1 senilai Rp1.8 juta.

Sementara itu, para nakes juga menyoalkan pembayaran kelebihan pada jam jaga (Lembur) yang tidak terbayarkan sejak bulan September sampai dengan Desember tahun 2020, sebesar Rp400 ribu lebih perbulan.

Koordinator Nakes RSUD, Andi Hijrah Silayar, membenarkan bahwa kehadiran pihaknya untuk meminta kejelasan soal gaji.

Tak hanya itu, Andi juga mengancam bakal melakukan pemblokiran kantor RSUD Bobong, Pulau Taliabu, jika tuntutan mereka tidak diindahkan.

“Yang pasti jika tidak di bayar selama seminggu kami akan palang RSUD,” tegas Andi kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pulau Taliabu, Kuraisiyah Marasaoli, memastikan pembayaran kelebihan jam jaga para nakes di RSUD Bobong akan diselesaikan pekan depan.

“Beri kami waktu untuk cari solusi, Senin depan insyaallah kami bayar (lunasi),” ucap Kuraisiyah.

Kuraisiyah juga menjelaskan, perihal gaji yang tidak dibayar selama 2021 ini akibat dirumahkan.

“Kan dari awal Januari 2021 ini tenaga kesehatan honorer dirumahkan (libur sementara), sehingga mereka belum punya SK, sementara pembayaran honor itu berdasarkan SK yang diaktifkan,” ujarnya sembari menerangkan pembayaran honor nakes melalui anggaran vaksin.

Penulis : HVD | YES