IBC, TALIABU – Selama 10 tahun dimekarkan, sebagian wilayah di pelosok Desa Pulau Taliabu, Maluku Utara, terkesan jauh dari perhatian kebutuhan listrik.

Pasalnya, upaya kemerdekaan listrik di beberapa titik Pulau Taliabu terkesan setengah hati. Bayangkan, meski sejumlah lokasi di Desa berhasil didirikan bangunan kantor PLN namun belum juga difungsikan.

Pemda Jawab Krisis Listrik dengan PLTS

Sehubungan dengan itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Taliabu, terus berupaya memaksimalkan pemerataan listrik, satu di antaranya adalah bakal menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 50 MWp di Pulau Taliabu.

Hal itu sebagaimana dibuktikan dengan penekenan antara Pemda Taliabu bersama Pasifik Grup Internasional di Jakarta, bebarapa yang bulan lalu.

Selain itu, wacana tersebut bakal ditindaklanjuti dengan koordinasi Pemda Taliabu ke PLN Maluku Utara dan selanjutnya ke pihak wilayah PLN Ambon, Provinsi Maluku.

Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, merespon baik mitra peningkatan kualitas layanan listrik. Dimana, Pemda diminta melakukan penyuratan sebagai dasar pemenuhan PLN di Taliabu.

Orang nomor satu di Taliabu mengatakan, saat ini tim Pasific Group Internasional berada dalam perjalanan menuju Taliabu untuk menyurvei titik lokasi pembangunan PLTS.

“Hari ini (Kemarin – red), sudah tiba di (Kabupaten) Luwuk,” ucap Aliong seperti diterima IBC, Selasa (13/7/2021).

Tepis Opini Liar Terkait Agenda Keberangkatan Bupati Keluar Daerah

Meski dinilai sering keluar daerah, Bupati Aliong Mus, optimis bahwa keberangkatannya berkaitan dengan sejumlah agenda yang signifikan di tengah situasi masyarakat yang tertinggal saat ini.

Menurutnya, sebagai pimpinan daerah, dirinya perlu untuk melakukan terobosan serta melobi sejumlah program Pemerintah Pusat, dikarenakan anggaran yang terbatas, termasuk mendatangkan PLTS di Taliabu.

“Karena kita banyak melobi ke Pemerintah pusat, insya Allah tahun depan Anggaran dana Alokasi Umum kita akan bertambah,” harapnya.

Penulis : HVD | YES