IBC, TALIABU – Terungkap, sejumlah aktivitas galian C di Pulau Taliabu, Maluku Utara, tidak kantongi izin eksplorasi.

Hal itu seperti sebelumnya dinyatakan langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Terpadu (DPMPTSP) Taliabu, Jamudin Jamau berdasarkan dokumenter IBC, 6 Februari 2021 lalu. “Belum ada izin (Galian C), izin dari provinsi juga belum ada,” ucapnya singkat.

Dari survei di lapangan, lokasi penggalian C ini terjadi di beberapa area Desa Bobong dan Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu.

Operasi tersebut tidak jauh dari pemukiman warga Ibukota Bobong, Taliabu. Sementara penambang galian C, mengambil material menggunakan alat berat berupa ekskavator, truk dan mesin penyedot pasir. Takutnya, hal tersebut dapat berimbas pada lingkungan warga sekitar.

Merespon itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taliabu, Kamarudin Taib, ditengah lumpuhnya pemantauan Pemda, penegak hukum diminta bisa menghentikan kegiatan penambangan tersebut.

“Jika Pemerintah Daerah acuh, maka pihak kepolisian harus segera turun tangan, jangan ikut – ikutan menutup mata,” kata Kamarudin, seperti yang diterima IBC, Kamis (15/7/2021).

Pemuda Bobong itu juga membuktikan bahwa, hasil buruk yang ditimbulkan dari galian C adalah kerusakan jembatan menuju pelabuhan Tamping, Pulau Taliabu.

“Ada satu buah jembatan yang ambruk akibat galian ilegal itu. Betapa tidak, sungai itu di keruk setiap saat, sudah pasti jika musim penghujan tiba luapan sungai akan terjadi. Dan parahnya jembatan rusak itu tidak diperbaiki oleh Pemda setempat,” ucap Kamarudin menjelaskan.

Dalam wawancara terpisah, Kapolsek Taliabu Barat, AKP Roy Berman Simangunsong, turut menanggapi.

“Saya minta dukungan do’anya supaya bisa sukses,” ucap Roy singkat, ketika dihubungi via WhatsApp.

Hingga diberitakan, pemilik alat berat yang silih berganti mengantuk material galian C belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis : HVD | YES