IBC, TALIABU – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Pulau Taliabu, yang terletak di Desa Jorjoga, Kecamatan Taliabu Utara, kabarnya memprihatinkan.

Mengapa? Selama 8 tahun yang didirikan pada tahun 2014, SMAN 7 Pulau Taliabu hanya menggunakan cadangan bangunan dari ruang laboratorium Biologi dan laboratorium Kimia yang dipetakan menjadi 4 ruangan berdasarkan kapasitas murid. Sementara untuk ruang belajar hanya dimiliki 2 ruangan.

Meski dalam keterbatasan, pihak sekolah terdesak menampung 233 siswa-siswi yang terhimpun dari kelas 10, kelas 11 dan kelas 12 sebanyak 9 rombel.

Menanggapi hal itu, seorang guru Bahasa Inggris yakni Suirman La Saida, mengeluhkan sejumlah fasilitas sarana prasarana pendidikan di SMAN 7 Pulau Taliabu tanpa perhatian.

Suirman mengaku, persoalan menadasar yang di alami pihak sekolah adalah kekurangan ruang kelas belajar.

“Kita punya ruang kelas itu hanya 2, kalau murid kelas satu 75, kelas dua 78 dan kelas tiga itu 80 mau tampung dimana mereka. Makanya mereka ada yang masuk pagi dan masuk siang,” kata Suirman kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

Seharusnya, kata Suirman, adanya penambahan fasilitas bangunan, sedikitnya 9 ruang kelas belajar, 1 kantor Kepala Sekolah dan 1 bangunan perpustakaan.

“Termasuk perlu juga pembuatan pagar beton di SMAN 7, sebab saat ini datang dan pulang tidak diketahui karena tidak ada pagar sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, ia berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, mengindahkan keluhan tersebut.

“Semoga ada itikad baik dari Dinas Pendidikan Malut untuk perhatian kondisi SMAN 7 Pulau Taliabu, baik dari bangunan dan lainnya,” pintanya.

Penulis : HVD | YES