IBC, SUMSEL – Program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) di Desa Kenten Laut Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ditargetkan selesai Bulan Oktober 70 persen sudah dikerjakan.

Asisten Kordinator Kota (Askot) Mandiri Kotaku Kabupaten Banyuasin Rachmat Gunarto mengatakan pada tahun 2021 progresnya sudah cukup lancar khususnya Desa Kenten Laut sesuai dengan anggaran yang sudah dicairkan ke LKM sebesar 70 persen yaitu 700 Juta dari alokasi anggaran 1 (satu) miliyar untuk direalisasikan di 9 (sembilan) titik Rukun Tetangga (RT) dengan jenis kegiatan drainase batu kali, drainase cor beton, jalan beton, jalan andesit dan jembatan bertiang atau jalan bertiang.

“Pembangunan tahun 2021 ada dititik kumuh yaitu RT 5, RT 10, RT 11, RT 12, RT 13, RT 15, RT 16, RT 17 dan RT 20 dengan 16 (enam belas) jenis kegiatan sesuai dengan Direktur Perkim Pusat bahwa lokasinya di Desa Kenten Laut Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel dan alhamdulillah dua minggu kedepan kita akan memproses pencairan dana termin kedua yang 30 persen,” ujarnya saat diwawancara di kantornya Kotaku Askot CD Mandiri Kabupaten Banyuasin, Sabtu (17/7/2021).

Ia juga mengatakan bahwa RT Kumuh di Desa Kenten Laut ada 14 (empat belas) RT sesuai dengan nota dinas pusat tahun 2021 diprioritas membangun di 9 (sembilan) RT kumuh sehingga ada 5 (lima) RT yang sudah dilakukan survey tetapi belum bisa direalisasikan

“Kriteria untuk mendapatkan program Kotaku harus merujuk ke SK Bupati Banyuasin tahun 2017 seperti di Desa Kenten Laut ada 14 RT Kumuh prioritas yang sudah tertera persoalan-persoalan yang harus diatasi dan kita bergerak pembangunan sesuai dengan SK Bupati, jadi kita tidak merencanakan pembangunan tersebut,” kata Rachmat.

Selanjutnya Rachmat menuturkan bahwa salah satu indikator keberhasilan program Kotaku adalah setelah dibangun bisa mengurangi luasan hektar kumuh.

“Untuk tahun 2020 dan 2021 jika dihitung dari simulasi pengurangan kumuhnya kita berhasil mengurangi luasan kumuh di Desa Kenten Laut kurang lebih 13 hektar dari total 33 hektar kumuh dikenten laut dan masih menyisahkan 20 hektar luasan kumuh,” ucapnya.

Rachmat menjelaskan program Kotaku dikategorikan program padat karya dengan tujuan dilaksanakan langsung oleh masyarakat dimulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan dan tidak ada istilah tender dilapangan.

“Tukang dan pekerjanya program Kotaku dari masyarakat lokal dengan harapan bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat apalagi dimasa pandemi covid-19,” tandasnya

Sementara Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cakrawala Gunawan mengatakan pengerjaan program Kotaku di Desa Kenten Laut ditargetkan selesainya 29 Oktober 2021.

“Mudah-mudahan dengan tidak adanya kendala pengerjaan program Kotaku tercapai sampai dengan waktu yang ditargetkan dua bulan kedepan,” ujar Gunawan.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Robi mengatakan salah satu jenis pengerjaan program Kotaku yaitu jembatan bertiang dengan panjang 35 meter dan lebar 2.5 meter yang merupakan jalan utama penghubung 4 (empat) RT 05, 06,07 dan 39 yang sudah mencapai 70 persen dan tinggal pengecoran beton.

“Untuk target pengerjaan awalnya satu bulan tetapi terkendala alam dengan struktur bangunan diatas kali maka kita tambah menjadi 1.5 bulan agar pondasi bawahnya bisa lebih kuat dan alhamdulillah tidak ada kendala yang signifikan,” ucap Robi

Terakhir Robi mengungkapkan pengerjaan jembatan Bertiang memperkerjakan orang-orang berasal dari Desa Kenten Laut sendiri dengan swadaya supaya sama sama merasakan dan bisa menambah penghasilan karena jika diukur dengan upah tidak memungkinkan untuk memberikan gaji yang tinggi.

Alhamdulillah setelah kita sosialisasi antusias masyarakat sangat mendukung dengan adanya program Kotaku khususnya pembangunan Jembatan bertiang karena jalan penghubung 4 RT dan Kepada masyarakat setelah dibangun jangan sampai sia-sia dan terbengkalai,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES