IBC, JAKARTA – Program smart city atau Kota Pintar yang dicanangkan Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu sudah sangat tepat bagi kota-kota di Indonesia.

Alasannya, ini akan lebih membuat urban city (tata kota) sampai ke economic growth peningkatan dan pertumbuhan ekonomi akan bergairah di daerah yang menerapkan aturan ini.

Untuk membedah seperti apa konsep dan strategi masing-masing kota dan kabupaten, Political and Public Policy Studies (P3S) akan mendiskusikannya secara virtual by ZOOM pada Sabtu (24/7/2021).

Direktur P3S Jerry Massie mengatakan webinar ini sangat baik untuk dibahas mengingat kota dan kabupaten Indonesia akan go public.

“Indikator Smart City atau kota pintar meliputi, smart economy, smart environment, smart people, smart mobility, smart governence dan smart living,” kata Jerry melalui keterangannya kepada IBC di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut kata peneliti dihampir 40-an kota di Amerika bahkan di negara lainya di Eropa dan Asia ini, banyak kota di Indonesia memiliki potensi yang baik dikembangkan contoh di sektor lingkungan hidup sampai pariwisata.

“Indonesia punya bangunan peninggalan daei kerajaan seperti, Kukar, Sriwijaya, Singgosari, Majapahit sampai Demak. Warisan Itu sebetulnya perlu dirawat dan dilestarikan. Ini bisa menjadi ikon Indonesia,” ujar Jerry.

Jerry mencontohkan seperti di Amerika, ada yang namanya China Town di Manhattan, New York ada pula China Town di Chicago sampai San Fransisco California. Ini menjadi tourist resort andalan mereka juga,” kata Jerry.

Ada sejumlah indikator terkait di dalammya yang akan diungkap dalam webinar ini.

Menarikanya webinar ini menghadirkan narasumber yang berkompeten diantaranya Menteri/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai keynote speech, Jerry Massie (Direktur P3S), Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, Bupati Tapanuli  Utara Nikson Nababan, Bupati Tangerang Zaki Iskandar, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Bupati Trengalek Mochamad Nur Arifin, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Anaz dan Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin serta dipandu Koordinator JaDi Sulut Jhony Suak.

Abad mileneal dan era Industri 4.0 ke 5.0 harus dibarengi dengan konsep ‘smart city’ harapannya kota dan kabupetan di Indonesia mampu mewujudkannya.

Penulis : DS | YES