IBC, PELALAWAN – Pihak keluarga pasien Covid-19 yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau jemput pasien Covid-19 dikarenakan kecewa terhadap pelayanan pihak rumah sakit.

Penanganan medis dinilai pihak keluarga lalai menangani sakit Mag atau Asam Lambung pasien. Pihak Rumah Sakit Efarina diduga tidak memberikan pengobatan atas sakit yang diderita pasien yang juga terpapar Covid-19 itu.

Terlihat pria yang diyakini suami dari pasien tengah marah melalui sambungan telepon kepada petugas Covid-19. Dalam percakapan pada Rabu sore (21/7/2021) itu terdengar bahwa suami pasien mengeluhkan pelayanan medis oleh petugas RS Efarina.

“Sakit asam lambung istri saya kenapa tidak diobati, cuma Covid-19 nya saja! Pasien sempat menekan tombol emergency tapi tidak satupun petugas yang datang!,” Kata pria tersebut memarahi petugas Pinere dalam sambungan telepon.

Terdengar dalam percakapan melalui telepon tersebut petugas RS Efarina meminta maaf atas pelayanan yang tidak maksimal. Petugas tersebut mengaku pada saat pasien menekan tombol emergency, pihaknya tengah sibuk mengurus pasien yang meninggal dunia.

Humas Rumah Sakit Efarina atau Customer care ketika dikonfirmasi atas kejadian tersebut justru menyuruh Jurnalis IBC untuk mengarahkan keluarga pasien ke costumer care.

“Silahkan arahkan keluarga pasien minta diarahkan ke costumer care nanti pagi jam 8 an ya pak. Bisa tanya ke security aja ntar untuk ketemu costumer care nya,” jawab costumer care yang mengaku juga sebagai humas RS Efarina yang enggan menyebut namanya kepada biro IBC melalui WhatsApp pada Kamis (22/7/2021) pagi.

Dia juga menambahkan bahwa pihaknya harus menelusuri akar persoalannya dari kedua belah pihak.

“Maaf pak. Di mana-mana semua yang terjadi harus di cari tau dahulu. Gimana saya mau kasih klarifikasi kalau saya tidak tahu kronologis peristiwanya. Makanya saya bilang saya harus tahu data pasien agar bisa dicari tahu dahulu sebelum menjawab,” tukasnya.

Pada hari yang sama terlihat ada dua pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi di rumah sakit tersebut dijemput pihak keluarganya untuk dipindahkan. Diketahui satu orang pasien wanita warga Kelurahan Kerinci Timur dan seorang pria.

Penulis : Faisal Bono | YES