IBC, TALIABU – Kantor Pusat Bantuan (Pustu) di Desa Todoli, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dipalang warga.

Pemalangan Pustu itu, lagi-lagi terkait dengan keluhan warga soal pembayaran lahan yang diduga belum terselesaikan.

Papan yang menyilang pintu Pustu Todoli ini bertuliskan “Bangunan Ini Pemerintah Punya, Tapi Tanah Ini Torang Punya, Kalo Masih Mau Pake Bayar Dolo, Ttd: Ahli Waris.” (Bangunan ini milik Pemerintah, Tapi tanahnya milik kami, kalau masih mau gunakan, bayar terlebih dahulu) begitu terjemahannya berdasarkan dialek warga sekitar.

Amatan media ini, aksi pemalangan itu dilakukan oleh warga Desa Todoli yakni Busri Taher, selaku ahli waris lahan yang saat ini dibangun Pustu tersebut. Basri juga memblokir jalan lintas utama antara Kecamatan Taliabu Utara dan Kecamatan Lede, Pulau Taliabu, Maluku Utara, sekira pukul 07:30 WIT, pagi tadi.

Meski begitu, sejarah Pustu Todoli dibangun sebelum Kabupaten Pulau Taliabu dimekarkan. Saat itu, Pulau Taliabu merupakan salah satu Kecamatan yang melekat pada Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

“Pembangunan itu sempat kami halangi karna di bangun tanpa pemberitahuan pemilik lahan. Namun entah kenapa tetap dilanjutkan, sedangkan kami sudah mencegah,” ungkap Busri ketika dihubungi wartawan, Kamis (22/7/2021).

Busri mengaku, akhir-akhir ini dirinya baru mengetahui bahwa setiap pembangunan yang dilakukan Pemerintah di atas lahan warga tersedia anggaran.

“Baru kami tahu bahwa, semua bangunan oleh Pemerintah ternyata ada ganti rugi lahan, karena memang ada anggarannya kami meminta untuk dibayar, jangan atas nama kepentingan umum mengorbankan sebagian masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Busri meminta pihak Pemkab Taliabu untuk menuntaskan pembayaran lahan tersebut, jika ingin mengaktifkan kembali Pustu yang dipalang.

“Agar Pustu bisa di gunakan kembali, karena kasihan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan apalagi dengan kondisi pandemik saat ini,” ujarnya berharap adanya kompromi dari Pemkab Taliabu.

Dalam wawancara terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Taliabu, Kuraisiyah Marasaoli, menjelaskan bahwa bangunan Pustu ynag dipalang itu bukan tanggung jawab Pemkab Taliabu.

“Bangunan itu masih masa Sula. Kepala Desa Pak Onti (waktu itu) sementara begitu. Sekarang ada yang klem itu tanahnya, jadi saya dengan Kades baru koordinasi dulu,” terang Kuraisiyah via WhatsApp.

Penulis : HVD | YES