IBC, PELALAWAN – Untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Badan Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASH) Indragiri Rokan melaksanakan berbagai program kerja dengan melibatkan masyarakat di tingkat tapak.

BPDASHL Indragiri Rokan memiliki beberapa program kerja di antaranya yaitu Kebun Bibit Desa (KBD), Kebun Bibit Rakyat (KBR), Persemaian, Program padat karya mangrove, bangunan Konservasi Tanah Air (KTA), dan bibit produktif.

Namun program unggul tersebut diduga disalahgunakan oleh beberapa oknum di tingkat Tapak atau desa dengan melakukan penjualan bibit buah yang seharusnya diterima masyarakat secara gratis.

Berdasarkan investigasi lapangan beberapa awak media, Desa Bagan Limau kecamatan Ukui kabupaten Pelalawan provinsi Riau, mendapatkan bantuan bibit buah seperti Mangga, Kelengkeng, Petai dan beberapa jenis tanaman lainnya sebanyak 10.000 (sepuluh ribu) bibit.

Pengakuan salah satu aparat desa mengungkapkan bahwa bibit tersebut dijual kepada warga dengan harga Rp2.500 (dua ribu lima ratus rupiah) per bibitnya.

“Kalau gak salah sekitar Rp2.500 san pak per bibitnya. Itu diberikan kepada warga yang mau saja,” kata pria paruh baya yang diketahui sebagai mantan Ketua RT 03 kepada tim awak media beberapa waktu lalu ditemui di kediamannya Desa Bagan Limau.

Berdasarkan pengakuannya, uang tersebut dikutip oleh Danton inisial ZH langsung sebesar Rp2.500,- per bibitnya yang dijualnya kepada masyarakat.

Dia juga mengungkapkan tidak sedikit warga yang menolak untuk mengambil bibit bantuan dari BPDASHL tersebut dengan dalih tidak adanya lokasi tanam.

Zulkarnaen Harahap selaku Danton di Desa Bagan Limau membantah tegas adanya tudingan dirinya telah menerima uang jual bibit dari BPDASHL tersebut.

“Apa yang dikatakan itu tidak benar pak, bibit tersebut dibagikan langsung ke RT masing-masing. Justru uang mobil pengantar bibit tersebut kita yang bayar,” jelas Zulkarnaen ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Senin sore (26/7/2021).

Zul Harahap juga menjelaskan bahwa masing-masing RT mendapatkan 270 batang bibit untuk diserahkan kepada warga.

Penulis : Faisal | YES