IBC, TALIABU – Anggota Polairud Pulau Taliabu, melakukan peninjauan di area laut Desa Kasango, Kecamatan Taliabu Barat Laut.

Dimana, sebanyak 2 kali pada Minggu (25/7/2021) kemarin, sempat terjadinya aktivitas pengemboman ikan di Laut Kasango yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).

Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk memperkuat wilayah tugas di wilayah sekitar Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Selain itu petugas juga menyambangi Pemerintah Desa Kasango dan nelayan setempat, dengan tujuan dapat berkoordinasi apabila aktivitas Destructive Fishing kembali terjadi, Senin (26/7/2021).

Komandan Markas Unit Polairud, Pulau Taliabu, Aipda. Rusdi Umanilo, kepada wartawan mengatakan, kedatangan petugas ke Desa tersebut untuk menjalin mitra antara sesama.

“Kami siap melayani keluhan masyarakat dalam waktu 1×24 jam,” ucap Rusdi.

Berdasarkan laporan terkini, Rusdi mengungkapkan bahwa disekitar wilayah sekitar Quik wins, Pam Pelabuhan, Giat SAR dan Giat lainnya masih nihil.

Rusdi menjelaskan, eksistensi para pelaku bom ikan atau ilegal fishing dapat dijerat dengan Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951, tentang bahan peledak dan senjata api, dan juga bisa berindikasi pada pasal UU No 15 tahun 2003 tentang terorisme.

“Pelaku illegal fishing dapat dijerat dengan Pasal 85 undang-undang nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan Undang-Undang nomor 31 Tahun 2004, tentang Perikanan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp2 Miliar,” jelasnya.

Penulis : HVD | YES