IBC, TALIABU – Aktivitas eksplorasi galian C pada sejumlah titik di kawasan di Pulau Taliabu, Maluku Utara, mulai berdampak.

Pasalnya, aktivitas tersebut dinilai tidak sah, lantaran tidak mengantongi rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yang mestinya memiliki izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

Pantauan media, Kamis (29/7/2021), ada sejumlah titik kawasan yang berdampak, yaitu satu jembatan yang berlokasi di Desa Wayo terkesan rusak, dan sebagian besar pasir galian C telah menutup badan jalan yang berlokasi di Dusun Salenga, Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Pulau Taliabu, Endro Harmono membenarkan bahwa adanya dampak galian C pada lingkungan warga sekitar.

Endro bilang, selain merembet ke lingkungan, galian C juga berdampak pada fasilitas umum, seperti saat ini yang terjadi di Dusun Salenga, pasir galian membungkus jalan raya.

Sehingga, langkah yang diambil DLH Taliabu ini adalah meminta untuk menghentikan aktivitas penambangan itu selama beberapa waktu, meski mengalami batasan kewenangan.

Hingga begitu, DLH sendiri masih menunggu konfirmasi bersama pemilik lahan dan kontraktor yang memfasilitasi alat pengalian.

Bahkan, dirinya sudah melayangkan 6 surat kepada pemilik dompeng, dengan penegasan untuk menyetopkan aktivitas tersebut.

“Karena ini satu-satunya jalan. Tapi mereka belum hadiri panggilan kami,” kata Endro kepada wartawan, Kamis, (29/7/2021).

Selain itu, Endro membeberkan, seluruh aktivitas ekplorasi galian ini belum mengantongi izin Amdal.

“Untuk menyangkut izin itu kan setahu kami, izin pertambangan itu semua sudah ditarik ke Provinsi,jadi saya harus konfirmasi dulu ada dan tidaknya. Tapi kalau dengar dari sumber-sumber kayanya belum ada (izin) juga,” ungkapnya.

Penulis : HVD | YES