IBC, SUMSEL – Kepala Subbagian (Kasubag) Komunikasi Publik, Data dan Informasi Kantor DPD RI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Sila Nirmala (SN) angkat bicara terkait pemberitaan mengenai penyebaran virus Covid-19 yang belum juga dapat diatasi dan di beberapa daerah malah menunjukkan data yang signifikan dengan jumlah kemarian yang tidak sedikit perharinya.

Sila Nirmala mengatakan bahwa upaya pemerintah guna memutus mata rantai dengan menekan lonjakan kasus Covid-19 sudah semaksimal mungkin dan saat ini Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan sebelumnya dua tahun lalu Pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

“Dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilakukan pertama kali pada tanggal 11-25 Januari 2021 lalu khusus untuk wilayah DKI Jakarta dan Kabupaten/Kota yang masuk wilayah berisiko tinggi penyebaran Covid-19 belum juga dinilai efektif maka muncul lagi istilah PPKM Mikro yang berlangsung mulai 9-22 Februari 2021 dengan sejumlah aturan yang lebih lengkap berdasarkan zonasi dan bahkan diawasi mulai level RT/RW, apalagi munculnya munculnya varian baru sehingga diberlakukan PPKM darurat pada awal Juli 2021,” ucapnya saat diwawancara wartawan IBC di kantornya, Kamis (29/7/2021).

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan saat PPKM darurat untuk perkantoran sektor non esensial kerja dari rumah 100%, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring (online), kegiatan pusat belanja/mall/pusat perdagangan ditutup, kegiatan sosial budaya yang bisa memicu kerumunan ditiadakan sementara, resepsi pernikahan dibatasi maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi.

“Aturan ini kemudian direvisi dan kini ditiadakan selama PPKM darurat diberlakukan dan untuk pelaku perjalananan domestik harus menunjukkan kartu vaksin minimal vaksin dosis 1 (satu) kali vaksin dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk transportasi jarak jauh,” ucap Sila.

SeIanjutnya Sila mengimbau sebagai manusia yang memiliki agama dan kepercayaan masing-masing maka kembalilah ke agama untuk upaya dalam menyikapi pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda kapan akan berakhir.

“Berdasarkan ceramah Ustadz Hilman Fauzi yang saya kutip mengatakan bahwa dunia ini tempatnya musibah, tempatnya ujian (Allahu akbar) dan bukankah kita semua pasti akan mengalami kematian, sebagai orang beriman tidak takut mati, tidak cari mati, tidak gelisah dengan mati dan justru orang beriman membuat persiapan-persiapan terbaik untuk menghadapi kematiannya,” katanya.

Dia menuturkan berdasarkan Alqur’an surat Al-Mulk ayat 2 yang artinya Dialah Allah yang menjadikan kematian dan kehidupan, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya dan Dia Maha Perkasa lagi maha Pengampun. Dan berdasarakan Surat Al-Mulk ayat 2 Sila menyimpulkan bahwa Allah bukan melihat dari ujiannya tapi Allah melihat siapa yang paling hebat menyikapi setiap ujian yang diberikan untuk umatnya.

“Allah tidak akan memberikan beban kepada kita dengan melebihi kemampuan kita karena covid-19 didatangkan ke kita bukan tanpa sebab, karena Allah tahu bahwa kita bisa mengantisipasinya dan kita bisa menghadapinya,” tutur Sila.

Terakhir Sila menambahkan Jika dengan Covid-19 tidak membuat manusia semakin dekat dengan Allah Subhanahu Wata’ala, lalu ujian seperti apa lagi yang mampu membuat manusia termotivasi untuk semakin dekat kepada Allah dan semakin ingat dengan Allah Subhanahu Wata’ala.

“Semoga ini membuat kita menjadi tenang dan semakin yakin menjalani kehidupan di dunia karena, dunia ini tempatnya musibah dan tempatnya ibadah sehingga semangat optimis dan teruslah menebar kebaikan serta tingkatkan ketaqwaan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES