IBC, JAKARTAMata Elang (Matel) debitur mengenalnya, kelompok penagih utang masyarakat mengenalnya. Matanya nan tajam bak burung elang yang sedang mengawasi mangsanya di jalan-jalan raya ibu kota, baik provinsi, kabupaten dan kota. Matel tak gentar kendati nyawa jadi taruhannya, demi keluarga menanti di rumah.

Sebelumnya, secara sengaja redaksi mengangkat profesi yang dianggap sebagai “Sampah Masyarakat” sebuah istilah yang tak sedap terdengar di telinga, bahwa ungkapan kata tersebut menujukkan sebuah profesi yang tak berguna atau hina di mata masyarakat. Padahal mereka tak ubahnya seperti profesi-profesi lainnya yang mencari nafkah untuk anak dan istrinya.

Kendati ia juga menyadari bahwa profesi tersebut banyak dicemooh (ejekan/hinaan) masyarakat.

Di tengah Pandemi Covid-19 tentu kita tahu bahwa setiap profesi apapun turut terdampak ekonomis akibat Virus Corona yang telah merenggut jutaan nyawa umat manusia diseluruh dunia. Maka tak heran untuk menyelamatkan jutaan nyawa manusia di Indonesia khususnya, pemerintah mengeluarkan keputusan pemberlakuan PPKM Darurat atau yang kini disebut dengan PPKM Level 4.

Redaksi bebincang ringan dengan seorang kepala rumah tangga yang berprofesi sebagai Matel beberapa waktu yang lalu di Kota Tangerang Selatan, Banten. Sebut saja namanya Zakaria (Bukan Nama Sebenarnya) yang memiliki satu orang istri dan tiga orang anak, usainya masih 42 tahun.

Lanjut Laman Berikutnya>>> Matel Juga Manusia!