IBC, RIAU – Dibeberapa media mainstream lokal menyoroti dugaan mafia tanah dan kriminalisasi yang terjadi di Desa Air Hitam Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau menyebutkan adanya perlakuan tidak etis diduga dilakukan oleh oknum Reskrim Polres Rohil terhadap seorang petani di kebun yang digarap olehnya seperti yang diberitakan di Radar Pekanbaru pada Ahad (22/8/2021) lalu.

Dalam berita tersebut petani yang diketahui bernama Poniman Tumeang menceritakan bahwa dirinya sempat didatangi Sepuluh orang diduga aparat kepolisian Polres Rokan Hilir dan sempat menerima perlakuan yang tidak pantas.

” Woi…Woi…Kemari Kau…Sini Kau Dulu” ungkap Poniman, menirukan panggilan polisi itu seperti yang dikutip dari laman www.radarprkanbaru.com yang berjudul ” Kasus Mafia Tanah di Rohil Petani Ini Mengaku Diancam 10 Orang Polisi”.

Poniman juga mengatakan, bahwa pada saat itu dirinya sangat tertekan dan terancam. Karena ada salah satu diduga oknum Polisi memperlihatkan Pistol.

“Iya, yang saya ingat Polisi itu pegang-pegang Pistol, sambil ngancam saya dan juga bilang Muncung saya bisa berdarah,” tutur Poniman di media tersebut.

Kapolres Rohil, AKBP Nurhadi Ismanto menyebutkan pihaknya sedang memproses adanya tudingan atas anak buahnya tersebut.

“Lagi kita konfirmasi dengan anggota reskrim, ini Propam lagi kita turunkan untuk memeriksa anggota, sudah kita panggil anggota reskrim yang menangani dan turun ke lokasi saat pengukuran dan pemeriksaan di TKP, saya berharap yang bersangkutan seandainya betul diancam dengan senjata api dan di bentak-bentak, agar lapor ke Polres, tapi tim internal akan turun dan cek memeriksa anggota dan korban tersebut, apabila terbukti anggota saya mengancam dan membentak-bentak maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku dan apabila pernyataan tersebut yang datang dari saudara Larsen Yunus tidak benar dan ada unsur menfitnah akan kita pertimbangkan apakah untuk anggota melaporkan kejadian tersebut,” jelas AKBP Nurhadi Ismanto kepada IBC Biro Propinsi Riau pada Selasa (24/8/2021) melalui telepon.

Nurhadi menambahkan agar pihak keluarga tersangka mengikuti jalannya proses penyidikan dan peradilan nantinya.

“Saya berharap agar keluarga tersangka yang kasusnya saat ini ditangani oleh satreskrim Polres Rohil mengikuti jalannya proses penyidikan dan peradilan nantinya, apabila merasa tidak puas silahkan ada salurannya, baik menggugat praperadilan maupun melaporkan ke Propam Polri, ombusman, kompolnas dan lain-lain secara prosedural bukan membuat opini yang tidak-tidak dan cenderung kearah fitnah dan lain-lain. Karena semuanya sudah diatur mekanismenya,” tambahnya.

Anggota DPRD Rohil dari partai PKS Hermawan menyayangkan adanya peristiwa dugaan arogansi oknum penegak hukum.

“Sampai saat ini belum ada pengaduan ke kita (DPRD), Kalo memang bener terjadi apa yang diberitakan. Saya secara pribadi sangat kesal atas tindakan oknum penegak hukum atas kejadian itu,” ujar Hermawan.