IBC, PELALAWAN – Badan usaha yang diketahui milik Edy Candra diyakini kuasai lahan seluas 200 Ha yang berada di Kecamatan Teluk Meranti kab. Pelalawan, Riau dikabarkan belum memiliki perizinan olahan dari Pemda setempat.

Hal tersebut diketahui saat Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin lakukan sidak ke lokasi. Terlihat ada 7 (tujuh) buah alat berat sedang bekerja membuka lahan di atas 25 ha itu.

“Iya kita mau buktikan katanya pihak Satpol PP Pelalawan sudah turun ke lokasi dan menyetop alat berat, tapi kita lihat ada tujuh alat berat sedang beroperasi saat itu. Kita mau pemilik badan usaha selesaikan dulu segala perizinannya dan selesaikan kewajibannya terhadap masyarakat,” terang politikus senior Partai Golkar tersebut kepada biro IBC saat ditemui di gedung DPRD Pelalawan pada Rabu (25/8/2021) lalu.

Bahar, panggilan akrab Ketua DPRD Pelalawan mengatakan bahwa berdasarkan informasi warga, persoalan jual-beli antara pemilik badan usaha dengan pemilik lahan masih belum terlunasi alias baru pembayaran DP (down payment) sekitar 20 persen.

“Iya kita dengar baru dibayar 20 persen ke masyarakat pemilik lahan, kok sudah di olah lahannya, perizinannya juga diselesaikan lah. Harapan saya kita jangan juallah, nanti kedepannya kita jadi penonton di kampung sendiri seperti di kampung saya Dundangan dan Terantang Manuk,” tambahnya menjelaskan.

Pernyataan Kasat Pol PP Pelalawan, Abu Bakar yang sebelumnya mengaku sudah melakukan penyetopan alat berat terbantahkan dengan adanya pengakuan seorang mandor di lapangan saat Kunker Ketua DPRD beberapa waktu lalu.

Sebelumnya pernyataan Kasatpol PP disebuah Kanal YouTube JR TV mengatakan pihaknya sudah meninjau ke lokasi pekerjaan pembukaan lahan tersebut dan menyetop pekerjaan alat berat yang sedang bekerja saat itu, namun mandor bernama Tonang mengaku tidak ada pihak Satpol PP yang datang menemuinya.

“Tidak ada mereka (Satpol-PP – red) kesini, kalau ada pastilah jumpa dengan saya,” aku Tonang selaku Mandor seperti dikutip JR TV beberapa waktu lalu.

Kasatpol PP Pelalawan, Abu Bakar ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak menanggapinya. Begitu halnya terhadap pemilik lahan, Edy Candra belum berhasil dihubungi.

Penulis : Faisal | YES