IBC, JAKARTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Riau Jakarta (GMRJ) berencana menggelar aksi demonstrasi terkait dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau tahun 2019 lalu.

Mereka menuntut perusahaan PT. Arara Abadi untuk bertanggung jawab karena telah merugikan masyarakat di sekitar lahan konsesi milik perusahaan yang berdekatan dengan kebakaran tersebut.

Titik aksi yang direncanakan akan digelar pada Kamis ini dilakukan di dua titik, yaitu di gedung kementerian KLHK dan Kantor Sinar Mas Group.

Koordinator Gerakan Mahasiswa Riau Jakarta (GMRJ) Adi Soghol Putra mengatakan PT. Arara Abadi bertanggungjawab penuh terhadap masyarakat terdampak Karhutlah yang disebabkannya.

“Yang seharusnya bertanggung jawab hingga saat ini belum bertanggung jawab terhadap masyarakat yang menjadi korban karhutla. Dan aparat penegak hukum belum memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan tersebut,” jelasnya melalui rilis, Senin (30/8/2021) malam.

Selain itu GMRJ menuntut agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin kepada PT. Arara Abadi. Mereka juga meminta Kapolri untuk mengambil alih dan menyelesaikan kasus karhutla yang terjadi di desa Merbau, kecamatan Bunut, kabupaten Pelalawan, Riau tahun 2019 lalu karena hingga saat ini Kepolisian Daerah Riau belum memberikan sanksi terhadap perusahaan tersebut.

“Kami berharap bapak Kapolri yang terhormat bisa menindaklanjuti laporan kami ini,” tandas Adi.

Penulis : Faisal | YES