IBC, TALIABU – Sejumlah warga asal Desa Todoli, Kecamatan Lede, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, selesaikan pembayaran ganti rugi lahan, yang digusur sejak 2016 silam.

Sedikitnya, terdapat 5 (lima) lahan warga yang belum terbayarkan. Lahan itu terletak di antara Desa Todoli dan Desa Tikong, saat ini lahan tersebut dijadikan akses jalan lintas di Pulau Taliabu, bagian Utara.

Atas hal itu, pihak pemilik lahan berulangkali melakukan pemalangan jalan lintas di wilayah setempat.

Seorang pemilik lahan, Busri Taher mengatakan, sebelumnya ada sebanyak 25 lahan yang digusur, hanya saja yang dibayar baru 20 orang.

Busri menambahkan secara pemetaan, seharusnya dirinya yang perlu dilunasi terlebih dahulu, sebab berada pada badan jalan lintas yang menjadi akses warga di Taliabu.

“Mengapa yang lain sudah terbayar sementara kami dengan lokasi yang berada di jalan lintas yang sama, mengapa belum terbayar ini ada apa, Pemda jangan pilih kasih, sehingga menimbulkan kecemburuan di tengah-tengah masyarakat,” keluh Busri, mempertanyakan haknya, saat dimediasi oleh DPRD bersama Kabag Pemerintahan dan pihak BPKAD Taliabu, Kamis (2/9/2021).

Selanjutnya Busri berharap, aspirasi yang dikeluhkan dapat terselesaikan secepatnya.

“Harapannya segera diselesaikan sebelum akhir bulan September, sesuai hasil kesepatan bersama DPRD dan Kabag Pemerintahan juga pihak Keuangan,” tandasnya.

Secara terpisah, Kabag Pemerintahan Taliabu, M. Semarlan Syaefudin, berjanji akan mengkaji kembali soal dokumen ganti rugi lahan tersebut.

“Saya mau katakan, hari ini saya baru saja dilantik menjadi kabag pemerintahan, maka ini menjadi dasar untuk saya kaji dan pelajari terkait ganti rugi lahan yang disampaikan. Dan berikan saya waktu untuk selesaikan hal ini,” kata Semarlan seraya berjanji bakal menginformasikan ketika telah diketahui berapa dokumen yang lahan yang belum terbayarkan.

Untuk diketahui, kelima lahan warga yang belum dibayar adalah, H. Abas, dengan luas lokasi lahan 123 m2, yang berisi tanaman kelapa 3 pohon dan jambu 6 pohon. Hani, luas lokasi lahan 100 m2, sementara jumlah tanaman kelapa produksi 3 pohon dan jambu produksi 6 pohon. Hasrun Daengkila, memiliki luas lahan 100 m2, Sahban Soamole, luas lahan 100 m2 dan Umar Abdul, mempunyai lahan seluas 190 m2.

Penulis: HVD | YES