IBC, JAKARTA – Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos mengutuk keras tindakan intoleren pengerusakan rumah ibadah milik Ahmadyah di Sintang Kalimantan Barat (Kalbar).

“Kami mengutuk keras tindakan yang dilakukan kelompok intoleran yang ada di Sintang Kalbar terkait perusakan rumah ibadah milik Ahmadyah karena rumah ibadah itu adalah rumah Tuhan yang harus dijaga,” ujarnya kpada IBC melalui telepon aplikasi WhatsApp, Jum’at (3/9/2021).

Coki panggilan akrabnya meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas kejadian perusakan rumah ibadah milik Ahmadyah.

“Kami meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menangkap dalang dibalik insiden perusakan rumah ibadah milik Ahmadyah,” pintanya tegas.

Selanjutnya Coki menyampaikan jika kita lihat video yang beredar di situ terdapat TNI dan Polri dengan jumlah yang cukup untuk menghalaunya.

Baca juga: Fahri Terus Serang Oposisi, Mulai #OPP Sampai Oposisi Sekongkol Rakyat Tawuran

“Kalau dilihat dari video yang beredar seharusnya TNI dan Polri dapat bertindak bukan sebaliknya membiarkannya, kalau warga demonstrasi atau unjuk rasa terhadap Ahmadyah silahkan saja tapi jika sudah merusak rumah ibadah itu sebuah tindakan melawan hukum atau kriminal,” ujarnya.

Menurut Coki, selama pandemi ini atau di tahun 2020 SETARA Institute telah mencatat 7 (tujuh) kasus terhadap Ahmadyah dan kejadian di Sintang Kalbar yang paling besar. Ia menduga ada kelompok radikal dibalik kejadian ini.

“Ada tujuh kasus Ahmadyah yang dicatat SETARA Institute di tahun 2020 dan kejadian di Sintang ini yang paling besar. Saya menduga ada kelompok radikal dibalik pengerusakan rumah ibadah milik Ahmadyah,” tuturnya.

Lebih lanjut Coki menekankan pemerintah pusat harus turun tangaan atau melakukan tindakan koodinatif mengingaat lemahanya pemerintah daerah Kalbar.

Baca juga: Tak Pernah Tunaikan CSR, PT. Duta Palma Putus Akses Jalan dan Tuntut Warga Bayar Rp70 Juta

“Sudah saatnya pemerintah pusat harus turun tangan atau melakukan tindakan koordinatif mengingat pemerintah daerah Kalbar lemah dalam penanganan kasus ini. Terakhir Mendagri Tito Karnavian fokus terhadap kasus intoleransi. Dengan pemerintah pusat turun tangan agar kasus ini jangan sampai berlarut,” tandasnya.

Penulis : DS | YES