IBC, PALEMBANG – Wakil Walikota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda kunjungan ke SMPN 13 Palembang dalam rangka peninjauan sekolah tatap muka hari ke-3 semenjak diberlakukannya Senin (6/9/2021) yang lalu oleh Walikota Palembang.

Wawako Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan bahwa kunjungan dirinya ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 untuk memantau pelaksanaan tatap muka yang telah berlangsung dimulai hari Senin yang lalu dan ada sekitar 30 SMP yang sudah melaksanakan sekolah tatap muka.

“Berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 41 yang kita dapatkan tanggal 7 September kemarin bahwa Kota Palembang katagori level 3, jadi sudah bisa melaksanakan sekolah tatap muka dan hari ini kita memantau pelaksanaannya,” ucapnya saat diwawancara di halaman SMPN 13 Palembang, Rabu (8/9/2021).

Fitrianti membeberkan bahwa Walikota dan Wawako Palembang sudah memantau beberapa sekolah tingkat SD dan SMP yang ada di Kota Palembang dan hampir rata-rata sudah betul-betul menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan baik dimana ada batasan pengantaran wali murid, tersedianya cuci tangan di setiap ruangan masuk sekolah, pembatasan murid sesuai dengan instruksi dengan maksimal kapasitas 15 orang dan belajar sekitar 60 menit untuk 2 mata pelajaran.

“Selama aktivitas sekolah tatap muka baik murid maupun guru tidak boleh lepas masker sesuai dengan intruksi atau arahan Ikatan Dokter Anak-anak dan alhamdulillah setelah kita bincang-bincang dan melihat langsung ke kelas, semuanya sudah terlaksana dengan baik tetapi ada sedikit yang kita tekankan bahwa untuk anak-anak yang usia 12 tahun plus 2 hari walaupun vaksinasi masal baru kita laksanakan untuk SMPN 9 dan SMPN 10 maka kita berharap kepada walimurid untuk mengantarkan anak-anaknya segera mendapatkan vaksinasi covid-19,” imbuhnya.

Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 13 Palembang H Slamet Cahyono mengatakan SMPN 13 memiliki 30 rombel dimana satu hari ada 10 rombel yaitu kelas 7 Senin dan Rabu, kelas 8 Selasa dan Kamis, kelas 9 Rabu dan Sabtu sehingga semuanya ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang bagi 3 sesi setiap kelas.

Alhamdulillah sekolah tatap muka sampai hari ke-3 tidak ada kendala dan berjalan dengan baik karena masing-masing guru, pegawai, anak-anak maupun masyarakat sudah kita himbau jauh hari bahkan dari awal januari kita ada isu PTM kita sosialisasikan terus walaupun belum terlaksana,” ujar Slamet.

Slamet juga menyatakan bahwa untuk tenaga kesehatan (nakes) SMPN 13 sudah melayangkan surat dari pihak sekolah yang ditembuskan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang bekerja sama dengan Puskesmas Makrayu dalam dua hal yaitu vaksinasi dan pengecekan berkala.

“Kami minta orang puskesmas datang ke sekolah memeriksa kesehatan guru-guru, pegawai maupun siswa secara periodik atau berkala demi menjaga lingkungan SMPN 13 ini bisa sehat semua,” ujarnya.

Terakhir Slamet menambahkan untuk data anak-anak yang usia 12 tahun plus lebih dua hari ada 80 persen dari total seluruh jumlah murid yang datanya sudah kita berikan ke Puskesmas untuk mendapatkan vaksin, karena baik secara masal maupun mandiri siswa siswi SMPN 13 belum divaksin.

“Kita akan sosialisasikan kepada para orang tua dengan membuat surat edaran akan ada rencana vaksin supaya orang tua menyiapkan kesehatan fisik anaknya,” tutupnya.

Penulis : Zul | YES