IBC, JAKARTA – Mengikuti perkembangan tentang PT Panca Logam Makmur yang bergerak dibidang pertambangan emas di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara seperti tidak ada habisnya, pasalnya perusahaan tersebut hingga saat ini masih dilanda masalah.

Namun kali ini perusahaan tambang emas yang sebelumnya diketahui terjadi konflik internal antar pemegang saham itu, kini konflik beralih dengan masyarakat di sekitar pertambangan. PLM diduga telah merusak lingkungan dan menyerobot lahan milik warga Desa Wububangka seperti dilansir inikatasultra.com, 28 Agustus 2021.

Seperti yang dimuat inilahsultra.com, Direktur Indonesia Parlemen Watch (IPW), Muliadi bahwa persoalan tersebut sangatlah krusial, dan harus menjadi perhatian khusus. Karena kata dia hal ini dapat menjadi bencana bagi masyarakat yang tinggal di sekitar tambang.

“PT Panca Logam Makmur telah berani melakukan penyerobotan dan menguasai tanah yang bukan milik dari perusahaah. Kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh PT Panca Logam Makmur itu bisa memicu konflik sosial di Kabupaten Bombana,” ujar Muliadi.

Oleh karena itu pihaknya meminta pihak yang berwenang yakni kepolisian untuk hadir pada persoalan tersebut dengan tujuan untuk menyelesaikan kebandelan yang dilakukan oleh PT Panca Logam Makmur. “Indonesia Parlement Watch kembali mempertegas kepada tim Mabes Polri, ESDM agar ada orang perusahaan (PT PLM) yang bertanggungjawab dengan penyerobotan lahan dan kerusakan lingkungan di Desa Wumbubangka, Bombana,” pungkasnya.

Sementara itu saat redaksi meminta tanggapannya kepada mantan karyawan PT Panca Logam Makmur Akhrom Saleh terkait hal tersebut, ia menyampaikan sangat mendukung IPW dan warga Wumbubangka yang menuntut keadilan kepada PT Panca Logam Makmur, yang diduga merusak lingkungan dan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti informasi dugaan pelanggaran dari IPW tersebut.

“Sebagai mantan karyawan di sana tentu saya sangat prihatin dengan persoalan panca logam yang enggak ada habisnya. Apalagi sekarang saya dengar dan baca diberbagai media lokal, panca logam sekarang semakin banyak masalah. Ya.. salahsatunya konflik dengan masyarakat di sekitar tambang itu,” ujar Akhrom yang juga sebagai pendukung Presiden Jokowi ini.

Demikian juga ungkap Akhrom bahwa hari ini Selasa 14 September 2021 ia mendapatkan informasi bahwa Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Panca Logam Makmur sedang dimintai keterangannya oleh pihak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. “Iya saya dapat informasi dari sesama mantan karyawan di PLM, bahwa KTT PLM sedang diperiksa di Bareskrim Mabes Polri,” ungkap Akhrom melalui selularnya.

Namun sayangnya Akhrom tidak menyebut pemeriksaan KTT di Mabes Polri tersebut terkait masalah apa. Hanya saja kata Akhrom, KTT itu Bernama Muh Rezeki Arkanuddin. “Saya kira jika masih tahap mengumpulan informasi kita jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan. Apalagi KTT ini kan hanya bekerja di perusahaan. Tapi memang dia juga orang yang bertanggungjawab terhadap berputar atau tidaknya roda perusahaan,” kata pria yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kornas-Jokowi ini.

Selain itu Akhrom juga berharap ke depannya pihak kepolisian bukan hanya memintai keterangan dari sisi pekerja menengah saja, namun juga struktural manajemen ke atas, seperti Direktur Utama dan Komisaris perusahaan yang sekarang.  

Penulis : RA|YES