IBC, PALEMBANG – Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Ahmad Bastari Yusak hadir sebagai narasumber diskusi yang digelar oleh Himpunana Mahasiswa Islam (HMI) dengan tema peran pemerintah terhadap banjir bertempat di aula sekretariat HMI cabang Palembang, Kamis (16/9/2021).

Bastari mengatakan bahwa diskusi yang digelar oleh HMI sangat menarik sekali karena Dinas PUPR yang mewakili pemerintah Kota Palembang sangat membutuhkan saran dan kritikan untuk membangun Kota Palembang.

“Dari hasil diskusi dengan adik-adik mahasiswa, pemuda dan khususnya HMI pada hari ini, akan menjadi inovasi kami untuk menambah semangat dan motivasi dalam membangun Kota Palembang khususnya dalam penanganan banjir,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa titik banjir yang ada di Kota Palembang sudah terpetakan dan sudah terpecahkan solusinya tetapi ada hambatan dan tantangan untuk menyelesaikannya.

“Oleh karena itu perlu kepedulian semuanya dari seluruh stakeholder baik masyarakat, pengusaha maupun pemerintah dan setelah peduli baru kita tingkatkan bagaimana bermitra dan berpartisifasi dalam penanganan banjir,”ujarnya Bastari

Selanjutnya Bastari membeberkan ada 33 titik banjir di Kota Palembang diantaranya jalan Kapten Rifai, simpang Polda, Parak Pusri, kawasan sungai buah, Jalan Ahmad Yani, sekip bendung dan lainnya dimana genangan airnya tidak terlalu lama dari sebelum-sebelumnya ketika turun hujan

“Kita meruduksi ruasan banjir, mereduksi ketinggian banjir dan mereduksi waktu banjir dimana selama ini banjir akibat genangan air oleh hujan yang 2 (dua) hari menjadi 6 (enam) jam, yang 6 jam menjadi 2 jam dan yang 2 jam mudah-mudahan tidak banjir lagi,” jepasnya.

Lebih lanjut Bastari mengatakan bahwa dulu Kota Palembang sebagian besar daerah rawa-rawa yang menjadi resapan air, karena tuntutan pembangunan, rawa-rawa tersebut banyak yang tertutup dan untuk menggantikannya pemerintah Kota Palembang mencari pengganti lahan yang tertutup tersebut untuk dijadikan terminal atau penampung air sementara sebelum mengalir ke sungai Musi

“Kepada masyarakat Kota Palembang agar peduli dan tidak membuang sampah disaluran air serta menjaga fasilitas yang dibangun baik dianak sungai maupun sungai,” imbuhnya.

Sementara itux Ketua Umum HMI Cabang Palembang Ulil Mustofa juga mengatakan bahwa akan mencoba untuk menggali lebih dalam bagaimana menentukan langkah kedepan dimana pihaknya akan mengkaji dahulu hasil dari diskusi pada hari ini

“Kita lihat dahulu beberapa hari ini, jika memang rekomendasi yang sudah kami sampaikan tidak ditanggapi , nanti kita akan bergerak untuk turun karena ini memang ultimatum yang serius dari kami,” tutup Mustofa

Penulis : Zul | YES