IBC, PELALAWAN Pemalsuan tanda tangan terhadap Ketua RT/RW oleh oknum perangkat desa di Kabupaten Pelalawan provinsi Riau berujung ke proses hukum. Sempat sebelumnya diklarifikasi kepada oknum Perangkat Desa berinisial J melalui seluler belum lama ini.

J dengan nada ragu meminta agar persoalan tersebut dibicarakan secara kekeluargaan terlebih dahulu kepada para pihak yang mana tanda tangannya telah dipalsukan dalam surat ganti rugi lahan (SKGR).

Sempat meminta hak embargo penayangan berita hingga hari Sabtu lusa, namun hingga hari ini, Minggu (19/9/2021) yang bersangkutan oknum Sekdes J belum memberikan keterangan hingga akhirnya berita ini diterbitkan tanpa adanya penjelasan darinya.

Sebelumnya J beralasan meminta waktu untuk membicarakan hal terkait dugaan pemalsuan tanda tangan yang dituduhkan kepada dirinya kepada Kepala desa selaku pimpinan.

J sebelumnya diketahui sempat di sidang dalam persoalan yang sama di kantor desa atas dugaan pemalsuan tanda tangan milik RT RW dalam surat SKGR jual beli lahan. Menurut informasi dari warga dengan memperlihatkan bukti surat permintaan maaf J pada waktu itu, oknum Perangkat Desa (J) sempat menangis dan mengakui kesalahannya.

“Dulu J sudah sempat ketahuan memalsukan tanda tangan (RT RW, red), meminta maaf. Ini terpaksa akan kita laporkan ke Polda Riau jika dirinya tidak segera meminta maaf dan mengakui kesalahannya,” ujar Sa selaku salah satu ketua RT. Desa di Kabupaten Pelalawan kepada Biro IBC melalui penerima kuasanya, Jum’at (17/9/2021) siang wib.

Dugaan tindak pidana murni pemalsuan tanda tangan sesuai pasal 263 KUHP disitu disebutkan ancaman pidana kurungan mencapai 6 tahun penjara.

Penulis : Faisal | YES